Internasional
Keluarga Asal Aceh Selamat Dari Tragedi Penembakan di Selandia Baru, Ada Faktor Mobil Rusak
Berkat mobil rusak dan masuk bengkel, keluarga asal Aceh selamat dari penembakan di Selandia Baru.
Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: Dyan Rekohadi
Sang suami yang merupakan warga Indonesia, Zulfirman Syah mengalami luka tembak dibagian punggung hingga menyebabkan paru-parunya mengalami pendarahan.
Kondisinya pun saat ini kritis dan masih koma di ruang ICU RS Christchurch Public Hospital.
Sementara anak laki-lakinya yang bernama Mohammad Rais (2) juga mengalami luka di bagian kaki dan bokong.
Meski kondisi sang anak telah stabil, akan tetapi trauma mendalam sangat dirasakannya.
Alta Marie pun menulikan curahan hatinya akan kondisi suami dan anaknya.
Dia juga meminta doa untuk kesembuhan dua orang yang disayanginya.
"Suami saya Zulfirman Syah dan putra saya dalam keadaan hidup tapi terluka."
"Keduanya tertembak dalam serangkaian serangan di Lindwood Islamic Center di Christchurch, Selandia Baru (yang mana kami baru pindah ke sini 2 bulan lalu)," tulis Alta Marie dikutip dari Facebooknya dengan nama yang sama.
Bahkan karena kondisi suaminya yang parah itu, Alta Marie pun belum diperkenankan menemui suaminya.
"Suami saya, Jul, mengalami luka tembak di beberapa bagian tubuh dan mengalami pendarahan di paru-paru (dari informasi yang saya dapat) namun saya sampai sekarang belum bertemu dengannya sejak dibawa ke ruang operasi," terangnya.

"Saya baru bertemu dengan anak saya yang mengalami luka tembak di bagian kaki dan bokong," sambungnya.
Alta Marie pun mengungkapkan bahwa saat ini sang anak mengalami trauma.
"Anak saya mengalami trauma, tapi kami masih hidup, terima kasih atas ucapan simpatiknya," ujarnya.
Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya melaporkan ada enam WNI yang turut menjadi korban dalam aksi penembakan teroris di Masjid Al-Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019).
Adapun keenam WNI tersebut terdiri dari mahasiswa dan pekerja profesional.