HUT 105 Kota Malang

Edi Memulai 4.0 dari Smart Family

jaringan antara komunitas atau masyarakat, pemerintah, pebisnis, akademisi, dan media massa.

Edi Memulai 4.0 dari Smart Family
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edy Jarwoko secara simbolis menyerahkan KTP siswa hasil perekaman di SMAN 10 Kota Malang, Selasa (19/2/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko sangat percaya diri, berkembangnya Malang Smart City akan membawa kesejahteraan pada masyarakat Kota Malang.

Dalam proses mewujudkan Malang Smart City, Edi mengatakan memulainya dari lingkup yang paling kecil, yakni sebuah keluarga.

“Smart Family akan naik ke Smart Village. Kemudian akan merangsang lahirnya Smart City. Pemkot
Malang sangat berkomitmen untuk memberdayakan Smart Family,” ujarnya, Jumat (19/3/2019).

Pemberdayaan keluarga dinilai sangat penting untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang
bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Apalagi di era revolusi industri 4.0, ketika semua orang telah terhubung. Maka dari itu, masyarakat Kota Malang sudah seyogyanya bisa beradaptasi.

Bung Edi, sapaan akrabnya menjelaskan, revolisi industri adalah sebuah konektivitas manusia dengan
mesin. Sebuah kumpulan big data, waktu, dan barang yang kemudian bisa dirasakan dalam kenyataan.

“Pemkot Malang menyongsong itu harus secepat mungkin. Kami sebelumnya telah memulai melakukan
konektivitas di internal secara pemerintahan, dengan pentahelix yang lain,” ujarnya.

Ada lima unsur pentahelix yang sangat gencar dibangun Pemkot Malang. Yakni jaringan antara komunitas atau masyarakat, pemerintah, pebisnis, akademisi, dan media massa.

“Kalau yang namanya konektivitas di lima kelompok ini terjalin, maka Kota Malang akan menjadi bagian
dari perkembangan dunia. Saya melihat potensi di Kota Malang sangat besar untuk bisa mewujudkan
sebuah sistem terintegriasi menggunakan pentahelix,” tegasnya.

Pemkot Malang sejak beberapa tahun ini sudah mulai melakukan digitalisasi layanan. Digitalisasi layanan
ini sebagai wujud agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

“Seperti layanan perizinan memakai IT di Kelurahan Sawojajar. Perlahan namun pasti, kelurahan lain
sudah berpacu untuk mengikuti. Jadi prinsipnya area yang paling kecil dulu” paparnya.

Potensi terbangunnya konektivitas ini, sekali lagi diyakini Edi akan mengantarkan masyarakat yang
sejahtera. Di sisi lain, Edi juga mengajak agar masyarakat bisa menyesuaikan diri. Mengasah
keterampilan dan meningkatkan inovasi.

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved