Kabar Pasuruan

Honor Pendamping Satrya Emas Di Pasuruan Tak Cair Tiga Bulan, Ini Penyebabnya

Salah satu program unggulan Bupati Pasuruan, Pusat Strategi dan Pelayanan Ekonomi Maslahat (Satrya Emas) dikeluhkan para pendamping UMKM.

Honor Pendamping Satrya Emas Di Pasuruan Tak Cair Tiga Bulan, Ini Penyebabnya
suryamalang.com/Galih Lintartika
Launching Satrya Emas Pasuruan tiga tahun lalu 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Salah satu program unggulan Bupati Pasuruan, Pusat Strategi dan Pelayanan Ekonomi Maslahat (Satrya Emas) dikeluhkan. Pasalnya, program yang dilaunching tiga tahun lalu itu mendapat kritikan dari para pendamping UMKM di dalam Satrya Emas itu sendiri.

Program tersebut ini sebenarnya memiliki target untuk mengembangkan dan memajukan UMKM di Kabupaten Pasuruan agar lebih maju, memiliki daya saing, dan berkembang di dunia dagang.

Di dalamnya, ada 16 orang pendamping UMKM yang bergerak secara masif mendampingi ratusan UMKM untuk mencapai target atau goal yang sudah ditentukan oleh Pemkab Pasuruan. Sayangnya, program ini ternodai. Honor para pendamping ini tidak cair sejak tiga bulan yang lalu.

"Sudah tiga bulan tidak terima gaji pendamping. Gaji atau honor ini sebenarnya diterima di awal bulan, tapi sejak Januari, tidak pernah ada pencairan," kata salah satu pendamping UMKM dari Program Satrya Emas yang namanya menolak disebut.

Ia menjelaskan, honor atau gaji itu adalah hak pendamping. Selama ini besaran nilai gaji Rp 1,5 juta per bulan. Awalnya, lancar dan tidak pernah ada kendala. Bahkan, ia sudah menjadi pendamping sejak program itu baru saja dilaunching.

"Ya menyesalkan itu pasti. Karena itu hak kami. Kalau saya masih bisa bertahan hidup, saya kasihan sama pendamping lainnya. Yang sudah terlanjur menunggu honor ini. Ada yang untuk persiapan persalinan, ada yang untuk syukuran dan lainnya. Harusnya ada kejelasan," jelasnya.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Rohani Siswanto mengaku prihatin atas keterlambatan pembayaran honor para pendamping Satrya Emas. Menurutnya, para pendamping tersebut telah bekerja untuk memaksimalkan program layanan kewirausahaan yang mandiri, profesional dan berdaya saing.
.
“Sudah tiga bulan pendamping Satrya Emas tidak menerima honor. Alasannya, program pendampingan UMKM ini masih dilakukan evaluasi oleh Bupati Pasuruan,” kata Rohani Siswanto saat rapat dengar pendapat dengan mitra kerja.

Dikatakannya, para pendamping tersebut hanya meminta kejelasan, apakah program Satrya Emas dilanjutkan atau dihentikan. Sehingga mereka bisa menentukan langkah selanjutnya.

"Kalau misal tidak diteruskan ya sudah segera diberhentikan. Dan ada kejelasan, sebenarnya ada honor untuk mereka atau tidak. Selama tiga bulan, mereka bekerja tanpa bayaran," jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan, Edi Suwanto memilih tidak banyak berkomentar untuk menanggapi hal ini. Saat dihubungi, ia pun mengaku masih rapat.

Namun demikian, ia tetap menyampaika tanggapannya. Ia menyebut, saat ini program Satrya Emas masih dalam masa evaluasi secara menyeluruh. Evaluasinya meliputi loyalitas, kinerja pendamping, output pendamping ini mrmbawa program. Yang menilai bukan dinas, tapi ada tim gabungan.

“Bupati Pasuruan memerintahkan untuk dilakukan secara menyeluruh. Diantaranya menyangkut kinerja, output yang sudah dihasilkan. Evaluasi ini dilakukan secara berkala agar sesuai hasil yang diharapkan dan menjadi lebih baik,” tutur Edi Suwanto. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved