Kota Batu
Cari Mitra Baru, Gojek Gandeng Pelaku UMKM di Kota Batu
Gojek menyasar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Malang Raya termasuk Kota Batu
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, BATU - Perusahaan penyedia layanan berbasis teknologi, Gojek mencari bibit mitra baru.
Kali ini mereka menyasar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Malang Raya termasuk Kota Batu.
Di Kota Batu, Gojek memberikan pelatihan wirausaha kepada 150 pelaku UMKM yang dibina Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Batu dan Malang Raya, di Hotel Royal Orchid, Minggu (7/4/3018).
Tujuannya pelaku UMKM ini bisa menjadi UMKM Digital.
Alfianto Domy Aji, Head of Regional Corporate Affairs Gojek menjelaskan yang diberikan dalam pelatihan ini seperti bentuk pemasaran melalui digitalisasi.
"Gojek juga membantu pembukuan keuangan, meningkatkan inklusi keuangan, serta menekan biaya operasional dengan adanya layanan operasional yang lebih efisien," kata Domy.
Ia menambahkan dalam hal ini juga sebagai penguatan peran perempuan sebagai pelaku UMKM.
Dikatakannya, mengapa UMKM karena dari layanan Go-ride, Go-car, Go-Life, Go-Food lah yang terbanyak menghasilkan jumlah ekonomi.
Serta pelaku usaha terbanyak adalah perempuan, oleh karena itu alasan menggandeng anggota UMKM binaan Muslimat NU.
"Dari 44,2 triliun rupiah, terbanyak adalah Go-food, yaitu 18 triliun. Kami berharap melalui pelatihan Gojek Wirausaha semakin banyak UMKM terutama dari kalangan Muslimat NU yang masuk ke dunia digital," imbuhnya.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM Batu Eko Suhartono menambahkan setuju dengan adanya Gojek menggandeng pelaku UMKM di Kota Batu.
Apalagi ke depan pihaknya juga menekankan pada pelaku UMKM di Batu untuk menjadi UMKM digital.
Dikatakannya dalam waktu dekat Pemkot Batu menyiapkan pasar online khusus untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
"Ya pasti Pasar online ini nanti bekerja sama dengan pihak perusahaan untuk menaruh produk usaha. Dan itu berlaku bagi semua jenis usaha di Kota Batu," kata Eko.
Pemasaran melalui marekting online ini emang ada kelebihan dan kekurangan.
Kalau pemasaran online memang biasanya pembayarannya cash tetapi ordernya itu harus lebih aktif untuk promosi.
Namun justru disitulah tantangan pelaku usaha nanti saat memasuki pasar online.
"Promo ini semisal pelaku usaha membuat promosi beli berapa dapat berapa. Atau bonus serta potongan harga, justru seperti itu yang menarik dan banyak dicari," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/unicorn-gojek.jpg)