Senin, 27 April 2026

Sindir Kaus Kaki Rp100 Ribu dan Motor Listrik Rp1,39 T, Mahfud MD Dukung MBG Tapi Banyak yang Aneh

MBG sedang jadi sorotan hangat! Kali ini eks Menko Polhukam, Mahfud MD, memberi kritik pedas soal "belanjaan" pemerintah yang dinilai boros.

|
Youtube Mahfud MD Official
PENGADAAN PROGRAM MBG - Eks Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD ketika membahas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengalami pemborosan karena pengadaan motor listrik hingga kasus kaki senilai triliunan diunggah melalui YouTube resminya, Kamis (16/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Dalam keterangannya di YouTube resminya, Kamis (16/4/2026), Mahfud MD menegaskan dukungannya terhadap program MBG namun meminta pertanggungjawaban atas kasus keracunan dan dugaan pemborosan anggaran. 
  • Mahfud membandingkan harga kaus kaki pengadaan pemerintah yang mencapai Rp100 ribu dengan harga di toko online yang jauh lebih murah. 
  • Mahfud juga mempertanyakan urgensi pengadaan motor listrik triliunan rupiah.
  • Merespons sorotan tersebut, Kepala BGN membantah narasi yang viral.

SURYAMALANG.COM, - Aroma pemborosan anggaran di tengah misi pemenuhan gizi nasional kini menjadi sorotan tajam Mahfud MD.

Eks Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) itu mempertanyakan urgensi pengadaan motor listrik triliunan rupiah dan kaus kaki premium dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Meski setuju program tersebut diteruskan demi kesejahteraan masyarakat, Mahfud menegaskan bahwa "keanehan" dalam rincian belanja barang tetap harus dipertanggungjawabkan kepada publik.

Dukungan dan Sorotan Mahfud MD

Mahfud MD menyebut, program MBG sebenarnya bagus untuk diteruskan karena sangat bermanfaat bagi rakyat yang kesulitan mendapatkan makanan.

Namun, Mahfud menilai adanya pemborosan terkait pengadaan barang pendukung yang mencapai triliunan rupiah.

Menurut Mahfud, meski program ini disenangi rakyat, banyak hal aneh dalam pelaksanaannya.

Baca juga: Segera Dibangun SPPG di Desa Ganjaran Gondanglegi Malang untuk Layani 3000 Santri dalam Program MBG

"Ndak ada masalah programnya, bagus, kita dukung, dan rakyat yang terutama yang sulit-sulit makan itu senang, tetapi kita kan hidup bernegara harus ada pertanggungjawaban" katanya dikutip dari YouTube Mahfud MD Official, Kamis (16/4/2026).

"Pertanggungjawaban itu ya terhadap kasus-kasus yang muncul," imbuhnya.  

Mahfud pun menekankan perlunya pertanggungjawaban terhadap masalah yang muncul di lapangan, seperti kasus keracunan dan ketidaksesuaian standar gizi.

"Misalnya kita kan belum pernah melihat bagai bagaimana cara penyelesaiannya, misalnya orang yang keracunan, itu kan banyak sekali yang keracunan, meskipun kalau dipresentase kecil. Kemudian ada makanan yang tidak sesuai dengan standar gizi dan sebagainya," sambungnya.

Persoalan Motor Listrik dan Kaus Kaki Rp100 Ribu

Mahfud secara spesifik menyinggung pengadaan 21 ribu unit motor listrik dengan total anggaran Rp1,39 triliun.

Anggaran tersebut diketahui menggunakan dana tahun 2025, sementara barangnya baru akan diserahkan pada Mei 2026.

Saat ini, kendaraan-kendaraan tersebut masih dalam tahap penyelesaian administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum didistribusikan.

Baca juga: Zulkifli Hasan Titip Pesan ke Pengurus DPW Gapembi Jatim, Diminta Jadi Mitra Percepat Program MBG

Selain motor listrik, Mahfud menyoroti pengadaan kaus kaki seharga Rp100 ribu per pasang, yang menurut data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) nilai total pengadaannya mencapai sekitar Rp6,9 miliar dengan variasi harga mulai Rp34.999 hingga Rp100 ribu untuk jenis lapangan.

"Lalu pemborosan, itu ada sekarang sudah ada motor listrik, ada kaus kaki Rp100.000. Ini kaus kakiku Rp100.000 dapat tiga dan bagus, beli di online aja kan banyak sekarang, beli di online lewat Google atau apa gitu minta kaus kaki, itu sudah bagus-bagus tuh," jelas Mahfud.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved