Kabar Surabaya
Kronologi Penemuan Jenazah Pendaki SMKN 5 Surabaya yang Hilang di Gunung Arjuno sejak Desember 2018
Kronologi penemuan jenazah Faiqus , siswa SMKN 5 yang hilang di Gunung Arjuno, jenazah tinggal tulang belulang.
Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.com - Kronologi penemuan jenazah Faiqus , siswa SMKN 5 yang hilang di Gunung Arjuno, jenazah tinggal tulang belulang.
Jenazah Faiqus Syamsi, siswa SMKN 5 yang hilang saat menaki gunung Arjuno bersama teman-temannya Desember 2018 lalu akhirnya ditemukan Jumat 5 April 2019.
Diberitakan sebelumnya Faiqus Syamsi, siswa SMKN 5 Surabaya ini mendaki bersama teman-temannya Minggu 16 Desember 2018 lewat pintu masuk Pos Teretes, Kabupaten Pasuruan.
Akan tetapi korban terpisah dari rombongannya, akibatnya teman-teman Faiqus pun segera melaporkan kejadian ini.
Tim SAR gabungan sempat melakukan pencarian, namun setelah 10 hari berjalan, pencarian ini pun dihentikan tanpa membawa hasil.
Namun pada Jumat 5 April 2019, jasad Faiqus Syamsi dikabarkan telah ditemukan oleh pendaki lain.
Berikut kronologi penemuan jenazah Faiqus Syamsi, siswa SMKN 5 Surabaya yang hilang di Gunung Arjuno.
1. Ditemukan Pendaki Lain

Informasi penemuan tulang belulang di Gunung Arjuno ini pertama kali disampaikan oleh salah seorang pendaki yang tak sengaja menemukan bukti tersebut saat hendak turun dari gunung.
Pendaki tersebut kemudian mengambil gambar tulang-tulang tersebut kemudian melapor ke pos informasi, Kamis (4/4/2019).
Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian di lokasi yang telah diinformasikan oleh pendaki yang turun hingga tulang ditemukan pada Jumat (5/4/2019) malam.
2. Jenazah Tinggal Tulang Belulang
Tim SAR gabungan menemukannya hanya tinggal tulang belulang di atas Lembah Kijang dan di bawah Puncak Bayangan.
Titik penemuan rangka tak jauh dari lokasi terakhir remaja asal Jalan Kendangsari XV/VI Surabaya tersebut, hilang kontak.
Farid Kurniadi, komandan tim pencarian, saat dikonfirmasi Jumat malam mengatakan, di lokasi ditemukannya korban, ditemukan atribut pakaian dan peralatan yang dibawa korban saat mendaki gunung.