Minggu, 12 April 2026

Jendela Dunia

Isi Surat Terakhir Mantan Presiden Peru Sebelum Tewas Bunuh Diri

Mantan Presiden Peru, Alan Garcia (69) menulis surat sebelum tewas bunuh diri dengan cara menembak kepala.

Editor: Zainuddin
AFP / ALEJANDRO PAGNI via Kompas.com
Mantan Presiden Peru, Alan Garcia. 

SURYAMALANG.COM - Mantan Presiden Peru, Alan Garcia (69) menulis surat sebelum tewas bunuh diri dengan cara menembak kepala.

Dalam surat itu, Alan Garcia membantah telah melakukan korupsi.

Surat itu dibacakan saat prosesi pemakaman Alan Garcia pada Jumat (19/4/2019) waktu setempat.

Garcia bunuh diri saat polisi datang ke rumahnya untuk menahan sang mantan presiden itu atas tuduhan suap.

Skandal suap ini telah menjerat sejumlah politisi di Amerika Selatan.

Skandal suap juga menyebabkan mantan presiden Peru lain, Pedro Pablo Kuczynski (80) dipenjara selama tiga tahun karena terkait kasus pencucian uang Odebrecht.

Odebrecht adalah konglomerasi Brasil yang terdiri dari berbagai bisnis seperti permesina, konstruki, kimia, dan petrokimia.

Pemerintah Brasil menahan mantan CEO Odebrecht, Marcelo Odebrecht, terkait pemberian suap kepada perusahaan minyak Brasil, Petrobras pada Juni 2015.

Marcelo diadili dan dinyatakan terbukti memberi suap 30 juta dolar AS kepada beberapa eksekutif Petrobras.

Akhirnya dia dipenjara selama 19 tahun 4 bulan.

Surat Terakhir Sang Presiden

Surat terakhir Alan Garcia dibacakan putrinya, Luciana dalam prosesi pemakaman Alan Garcia.

“Saya sudah melihat yang lain digiring dengan tangan diborgol dan hidup menderita.”

“Namun, Alan Garcia tidak akan menderita karena ketidakadilan atau sirkus,” demikian Luciana membacakan surat ayahnya sambil terisak.

Alan Garcia menjadi presiden pada 1985-1990 lalu pada 2006-2011.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved