Malang Raya
Sesi Pertama UNBK Bahasa Indonesia Sempat Diwarnai Listrik Padam 10 Menit
Sesi pertama UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) bagi siswa SMP kelas 9 sempat diwarnai pemadaman listrik pukul 09.03 WIB sekitar 10 menit.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sesi pertama UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) bagi siswa SMP kelas 9 sempat diwarnai pemadaman listrik pukul 09.03 WIB sekitar 10 menit.
Ini terjadi di SMPN 23, SMPN 7 dan SMPN 10 di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.
“Sekolah sudah siapkan genset. Jadi secara umum bisa berjalan normal lagi,” jelas Slamet Udadi, Kepala SMPN 23 kepada SURYAMALANG.COM, Senin (22/4/2019).
Adanya pemadaman listrik itu disikapi Zubaidah, Kadindik Kota Malang dengan menyampaikan ke PLN.
“Sebenarnya dari dindik dan sekolah-sekolah juga berharap selama UNBK tidak ada pemadaman.”
“Karena itu juga sudah menyampaikan surat ke PLN,” jelas Zubaidah ketika bertemu suryamalang.com di SMKN 11 Kota Malang.
Maka sekolah juga menyiagakan genset sebagai antisipasi jika ada pemadaman.
Sementara itu di SMKN 4 Kota Malang ada dua SMP swasta yang melaksanakan UNBK disana.
“Karena hanya dua sekolah, siswa kami bisa UNBK sesi pertama semua. Sebab disini sarananya menunjang,” ujar Riono, Kepala SMP PGRI 06 pada suryamalang.com.
Jumlah siswanya ada 113 orang dan menggunakan tiga ruang.
Alasan ujian di SMKN 4 karena masalah berat membeli server sendiri.
Sedang jumlah komputer di sekolah ada 19 unit.
“Insyaallah tahun depan kami akan mandiri. Apalagi nanti ini kan ada lagi mapel TIK,” jelas Riono.
Tekad menjadi sekolah mandiri saat UNBK, maka setidaknya perlu 40 unit komputer agar bisa melaksanakan UNBK dua sampai tiga sesi jika rata-rata siswanya 120 an.
“Kalau ujian di sekolah sendiri kan enak. Meski di SMKN 4 juga dekat sekolah,” kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/unbk-sesi-pertama-oleh-siswa-smp-nu-hasyim-asyari-kota-malang-di-smkn-4.jpg)