Kabar Surabaya

Tangis Aisyah Pecah Dapatkan Santunan Dari Gubernur Jatim, Suaminya Meninggal Saat Sebagai KPPS

Gubernur Jatim, Khofiffah sebut kalau santunan sebagai bentuk bela sungkawa pemprov kepada para keluarga dari petugas Pemilu yang meninggal dunia.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Achmad Amru Muiz
suryamalang.com/Sugiharto
Aisyatul Baroh dan putrinya saat menerima santunan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang juga mengundang para keluarga dan ahli waris 51 petugas PPS, KPPS dan dua anggota TNI/Polri yang meninggal dunia saat bertugas dalam Pemilu 2019. 

"Proses untuk mengawal bangsa ini membutuhkan perjuangan. Kata Gus Dur setiap hidup adalah perjuangan, dan kata Gus Dur setiap orang yang berjuang itu besar pahalanya. Semoga yang meninggal mendapatkan pahala yang berlipat," tegasnya.

Sementara Ketua KPU Jawa Timur, Choirul Anam mengatakan, pihaknya sudah instruksikan pada KPU daerah untuk semua perhatikan kondisi kesahatan para petugas. Dan BPJS juga diharapkan sinergi untuk mengecek kesehatan ke petugas Pemilu.

"Petugas jumlah tetap, yang berhalangan bisa digantikan. Yang kita upayakan kawan-kawan di PPK PPS tetap jaga kesehatan dan teman dari Dinkes untuk ikut membantu menjaga kesehatan di PPK PPS," tegasnya.

Menurutnya, saat ini proses pemilu masih ada di tingkat kecamatan 50 persen sudah selesai. Dan untuk perhitungan di tingkat Kabupaten Kota diperkirakan sudah dilaksanakan mulai 28 April 2019. Sedangkan di provinsi rencananya mulai dilakukan 7 Mei 2019.

"Kalau situng pengiriman kita secara internal sudah selesikan 80 persen. Cuma masih menyelesaikan upload nya yang memang besar," tegasnya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved