Ramadan 2019

Jadwal Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2019, Doa Menyambut Hilal dan 7 Persiapan Puasa

Jadwal sidang Isbat penentuan 1 Ramadan 1440 Hijriah beserta doa-doa menyambut Hilal.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Dyan Rekohadi
Tribunnews.com
Jadwal sidang Isbat penentuan 1 Ramadan 1440 Hijriah. 

SURYAMALANG.COM – Seluruh umat Islam di Indonesia tengah menunggu sidang Isbat untuk menentukan awal Ramadan 2019.

Berikut jadwal sidang Isbat penentuan 1 Ramadan 1440 Hijrian yangakan dilaksanakan oleh Kementrian Agama Republik Indonesia.

Sidang Isbat penentuan 1 Ramadan 1440 Hijriah akan dilaksanakan pada Minggu, 5 Mei 2019 di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementrian Agama RI, Jakarta Pusat.

Sidang Isbat akan melibatkan pihak-pihak lain seperti BMKG, LAPAN dan beberapa pihak terkait.

Bagian utama dari sidang Isbat adalah pantauan Hilal atau bulan sabit muda pertama yang merupakan tanda dari permulaan bulan dalam kalender Islam.

Foto Wanita Menikah Sambil Menyusui Bayinya Viral di IG, Ternyata Sosok Artis Terkenal

Video Aksi Bunuh Diri Pria yang Gagal Jadi Viral di Facebook, Alasanya Bikin Warga Ketawa

Petugas Kementerian Agama Provinsi Sulsel bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memantau hilal penetapan jadwal puasa 2018 di Mall GTC, Jl Metro Tanjung Bunga, Makassar, Sulsel, Selasa (15/5/2018).
Petugas Kementerian Agama Provinsi Sulsel bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memantau hilal penetapan jadwal puasa 2018 di Mall GTC, Jl Metro Tanjung Bunga, Makassar, Sulsel, Selasa (15/5/2018). (Tribun Timur)

Didefinisikan, hilal merupakan fase bulan.

Sehingga hilal juga dapat digunakandalam penyebutan bulan purnama atau gerhana bulan yang dapat dihitung dan diperkirakan dengan metode astronomi masakini.

Para umat muslim biasanya menanti datangnya hilal dengan berdoa memohon ampunan kepada Allah.

Kebiasan berdoa dalam menyambut bulan Ramadan ini adalah kebiasaan Rasulullah SAW yang menjadi panutan umat Islam.

Bahkan dilansir dari berbagai sumber, Rasulullah SAW berdoa agar dipertemukan dengan Ramadan saat memasuki bulan Rajab.

Bapak Rasa Kakak, Fadel Islami Kompak Bareng Anak Sulung Muzdalifah  

Ramalan Denny Darko Terbukti, Syahrini Lakukan Ini saat Gala Dinner Pernikahan, Singgung Sosok Hater

Fakta-Fakta Foto Misteri Nia Ramadhani & BCL, dari Jari Bawa Rokok Terekam dan Penampakan Lainnya

Berikut doa Rasulullah SAW:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ، وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban. Dan jumpakanlah kami kepada bulan Ramadhan.”

Dilansir dari berbagai sumber, sejauh ini tidak dijumpai doa khusus untuk menyambut Ramadhan yang diajarkan Rasulullah SAW.

Hanya saja para sahabat dan para ulama generasi setelahnya, menyambut bulan Ramadan ini dengan penuh kegembiraan dan suka cita.

Mereka ungkapkan kegembiraan ini dengan kalimat-kalimat yang mengandung doa kebaikan dan harapan.

Yang ada, hanyalah doa untuk menyambut hilal awal.

Namun doa tersebut berlaku umum ketika melihat hilal sebagai pertanda masuknya awal seluruh bulan hijriyah, tidak khusus pada hilal awal bulan Ramadhan.

V dan Jin BTS Miliki Profesi Impian Tak Terduga, Ini Pilihannya Jika BTS Tak Pernah Ada

Berikut lafaz doanya:

اللَّهُمَّ أهِلَّهُ عَلَيْنا باليُمْنِ وَالإِيمانِ وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

Allahumma ahillahu ‘alainaa bil yumnaa wal iimaani was salaamati wal islaami rabbi wa rabbukallah

Artinya: Ya Allah, tampakkan bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu adalah Allah. (Diriwayatkan oleh Imam al-Darimi dan al-Tirmidzi).

Namun, yang perlu dicatat adalah, setiap Muslim sah-sah saja jika mengekspresikan keinginannya untuk berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan dengan doa.

Al-Hafidz Ibnu Rajab menyebutkan satu riwayat yang menunjukkan semangat mereka dalam menyambut ramadhan.

Ibnu Rajab menyebutkan keterangan Mu’alla bin Al-Fadhl – ulama tabi’ tabiin – yang mengatakan,

كانوا يدعون الله تعالى ستة أشهر أن يبلغهم رمضان يدعونه ستة أشهر أن يتقبل منهم

“Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang Ramadhan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan. Kemudian, selama enam bulan sesudah ramadhan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)

Satu harapan yang luar biasa. Karena mereka menilai, Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa.

Sehingga mereka tidak akan menjadikannya kesempatan yang sia-sia.

Lalu apa persiapan yang harus dilakukan untuk menyambut Ramadan?

Ustadz Abdul Somad pernah menyampaikan 7 persiapan menyambut bulan Ramadan.

7 persiapan yang dilakukan oleh umat muslim menurut Ustaz Abdul Somad adalah sebagai berikut:

1. Kenali Ramadan dengan baik

2. Perbaiki hubungan dengan Allah melalui taubat nashuha

3. Perbaiki hubungan dengan sesama

4. Siapkan Alquran

5. Bayar hutang puasa tahun lalu

6. Siapkan budget lebih untuk sedekah puasa

7. Jaga kesehatan, karena puasa dan Qiyamul Lail membutuhkan kesehatan fisik

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved