Breaking News
Minggu, 12 April 2026

Ramadhan

Prediksi Awal Puasa Ramadhan 2019 Berdasarkan Perhitungan Astronomi, Ini Lima Tandanya

Umat Islam seluruh Indonesia tengah menanti perkiraan awal puasa Ramadhan 2019.

Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: Adrianus Adhi
Surya Malang/ Tribun
tata cara bayat utang [uasa Ramadan 2019 

SURYAMALANG.com - Umat Islam seluruh Indonesia tengah menanti perkiraan awal puasa Ramadhan 2019.

Berikut ini perkiraan awal Ramadhan 2019 berdasarkan perhitungan Astronomi.

Sebelumnya perlu diketahui, biasanya untuk menentukan awal Ramadhan 2019, pemerintah akan mengadakan Sidang Isbat.

Sidang Isbat ini biasanya juga melibatkan Kementrian Agama (Kemenag), BMKG, LAPAN dan beberapa pihak terkait lainnya.

Bagian terpenting dari sidang Ibat ini adalah pemantauan Hilal atau bulan sabit muda pertama yang adalah tanda dari permulaan bulan dalam kalender Islam.

Seperti definisi di atas, hilal merupakan salah satu fase bulan. 

Jadwal Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2019, Doa Menyambut Hilal dan 7 Persiapan Puasa

Video Aksi Bunuh Diri Pria yang Gagal Jadi Viral di Facebook, Alasanya Bikin Warga Ketawa

Foto Wanita Menikah Sambil Menyusui Bayinya Viral di IG, Ternyata Sosok Artis Terkenal

tata cara bayat utang [uasa Ramadan 2019
tata cara bayat utang [uasa Ramadan 2019 (Surya Malang/ Tribun)

Hal ini berarti, hilal juga seperti bulan purnama atau gerhana bulan yang bisa dihitung dan diperkirakan dengan metode astronomi masa kini.

Lalu, apakah hilal untuk bulan Ramadhan tahun ini juga bisa dihitung?

Melansir dari Grid.id dalam artikel berjudul 'Dihitung Berdasarkan Astronomi, Awal Ramadhan 1440H Jatuh Pada Tanggal ini' Rukman Nugraha seorang peneliti BMKG memberikan jawaban.

Menurut Rukman, karena hilal adalah salah satu fase bulan maka secara umum proses penghitungannya sama saja.

"Mungkin perbedaan mendasarnya adalah Hilal itu dihitung pada saat Matahari terbenam hingga bulan terbenam," ujar Rukman melalui pesan singkat.

"Sementara fase-fase lain, utamanya fase bulan baru, fase setengah purnama awal, fase purnama, dan fase setengah purnama akhir waktunya tidak tetap, bisa pagi, siang,atau malam," imbuhnya.

Rukman menyebut saat ini, perhitungan posisi hilal sudah sedemikian akurat, hingga orde titik busur.

"Sebagai catatan satu detik busur itu adalah ukuran satu derajat dibagi oleh angka 3600."

"Karena itu, dapat dikatakan, prediksi posisi hilal secara astronomis sangatlah akurat," tutur Rukman Meski begitu, Rukman juga menjelaskan ada setidaknya 5 hal yang perlu kita pahami untuk bisa menghitung data hilal.

Ramalan Denny Darko Terbukti, Syahrini Lakukan Ini saat Gala Dinner Pernikahan, Singgung Sosok Hater

Fakta-Fakta Foto Misteri Nia Ramadhani & BCL, dari Jari Bawa Rokok Terekam dan Penampakan Lainnya

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved