Ramadhan
Prediksi Awal Puasa Ramadhan 2019 Berdasarkan Perhitungan Astronomi, Ini Lima Tandanya
Umat Islam seluruh Indonesia tengah menanti perkiraan awal puasa Ramadhan 2019.
Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: Adrianus Adhi
Pertama, kita perlu tahu tentang waktu fase bulan baru atau juga dikenal sebagai fase konjungsi atau ijtima'.
Kedua, hilal juga dipengaruhi oleh waktu terbenam matahari dan bulan di lokasi yang dihitung. "
Ketiga, informasi astronomis hilal pada saat matahari terbenam (hingga saat bulan terbenam).
Informasi astronomis yang dimaksud adalah tinggi hilal, elongasi, umur bulan, lag, dan fraksi illuminasi bulan," kata Rukman.
• Bapak Rasa Kakak, Fadel Islami Kompak Bareng Anak Sulung Muzdalifah
• V dan Jin BTS Miliki Profesi Impian Tak Terduga, Ini Pilihannya Jika BTS Tak Pernah Ada
Keempat, Perbandingan antara data yang dihitung tersebut dengan kriteria visibilitas Hilal yang digunakan di Indonesia.
"Misalnya, kriteria wujudul hilal, kriteria MABIMS, atau kriteria LAPAN. Jika data hilal tersebut memenuhi kriteria yang digunakan, maka bulan baru berikutnya pada kalender hijriah akan berlaku," ujar Rukman.
Kelima, menurut Rukman, jika rukyat akan dilaksanakan maka data Hilal tersebut berfungsi sebagai panduan bagi pengamat.
"Karena itu perukyat harus memahami data hilal yang telah dihitung sebelumnya," tegas Rukman.
Awal Ramadhan 2019 "Sebagai contoh hal ini adalah pada penentuan awal Ramadhan nanti, data hilalnya akan memenuhi ketiga kriteria (visibilitas hilal) di atas.
Karena itu, secara perhitungan puasa Ramadhan 1440 H akan bersamaan pada 6 Mei 2019,".
Hal ini juga mengacu pada prakiraan hilal saat matahari terbenam pada 5 Mei 2019 mendatang.
Prakiraan ini, kata Rukman, merupakan data hasil perhitungan atau hisab dengan menggunakan metode astronomis modern.
"Jadi, ilmu astronomis diperlukan dalam memprediksi data astronomis hilal, yaitu tinggi hilal, elongasi, umur bulan, lag, dan fraksi illuminasi bulan," ujar Rukman.
Menurut data yang dipublikasikan oleh BMKG, informasi Hilal saat Matahari terbenam, pada hari Ahad, tanggal 5 Mei 2019 M sebagai penentu awal bulan Ramadhan 1440 H.
"Pada intinya, data hilal itu dihitung pada saat matahari terbenam, karena nantinya diperlukan pada saat rukyat dilaksanakan," kata Rukman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/tata-cara-bayat-utang-uasa-ramadan-2019.jpg)