Kabar Surabaya

Petrokimia Gresik Sosialisasikan Permentan Tentang Pendaftaran Pupuk Organik

Permentan baru ini memberikan standar bagi kualitas pupuk organik, hayati dan pembenah tanah. Hal ini sangat penting untuk peningkatan kualitas pupuk.

Petrokimia Gresik Sosialisasikan Permentan Tentang Pendaftaran Pupuk Organik
Ist
Staf Ahli Bidang Lingkungan Pertanian Kementrian Pertanian (Kementan), Pending Dadih Permana bersama Direktur Pemasaran (Dirsar) PG, Meinu Sadariyo, saat sosialisasi Permentan Tentang Pendaftaran Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - PT Petrokimia Gresik (PG), anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), menyosialisasikan  Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pendaftaran Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah kepada mitra produksi pupuk organik bersubsidi Petroganik di Gresik, Jawa Timur, Selasa (7/5/2019).

Staf Ahli Bidang Lingkungan Pertanian Kementrian Pertanian (Kementan), Pending Dadih Permana mengatakan,  Permentan baru ini memberikan standar bagi kualitas pupuk organik, hayati dan pembenah tanah. Hal ini sangat penting mengingat tuntutan peningkatan  kualitas pupuk organik adalah sebuah keniscayaan

“Pemanfaatan pupuk organik semakin dibutuhkan. Karena sebagian besar sawah, terutama di Pulau Jawa yang menjadi andalan pertanian di Indonesia, memiliki kadar C/N Ratio (rasio karbon terhadap nitrogen pada suatu zat, red) di bawah standar, sehingga diperlukan perbaikan dengan penggunaan pupuk organik. Hal ini harus dipahami oleh petani,” ujar Dadih.

Lebih lanjut Dadih menjelaskan, Petroganik sebagai pupuk organik memiliki tiga manfaat penting.
Pertama, memperbaiki struktur dan tata udara tanah sehingga penyerapan unsur hara oleh akar tanaman menjadi lebih baik.

Kedua, meningkatkan daya sangga air tanah sehingga ketersediaan air dalam tanah menjadi lebih baik. Dan ketiga, menjadi penyangga unsur hara dalam tanah sehingga pemupukan menjadi lebih efisien.

Karena itu, ia berharap Mitra Petroganik PG menjalankan Permentan 01/2019 dengan baik sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan standar dan memberikan manfaat bagi produktivitas pertanian. Dalam penerapannya, Permentan tersebut juga mengakomodir Standar Nasional Indonesia (SNI) 7763: 2018.

Sementara Direktur Pemasaran (Dirsar) PG, Meinu Sadariyo menambahkan, Permentan memperbaharui peraturan sebelumnya, yaitu Permentan Nomor 70 Tahun 2011.  "Perbaharuan ini bertujuan untuk menjembatani agar kualitas pupuk organik, termasuk Petroganik tetap terjaga," kata Meinu.

Ia mengaku bersyukur hasil produksi dan penjualan Petroganik PG pada tahun 2018 meningkat dibandingkan tahun 2017. Dimana pengadaan Petroganik pada tahun 2018 naik 28 persen dan penjualannya meningkat 16 persen. Sedangkan untuk serapan Petroganik pada tahun 2018  sebesar 680.933 ton.

Meinu berharap capaian tahun 2019 ini dapat tumbuh lebih baik lagi. Karena itu, pihaknya berharap agar Mitra Petroganik senantiasa menjaga kualitas sesuai Permentan baru ini dan membantu menyosialisasikan pemupukan berimbang 5:3:2 kepada petani.

"Yaitu penggunaan 500 kg pupuk organik Petroganik, 300 kg pupuk NPK Phonska, dan 200 kg pupuk Urea untuk setiap satu hektar sawah. Pemupukan berimbang merupakan perpaduan antara
pupuk organik dan anorganik," tutur Meinu.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved