Kabar Pasuruan

Sikapi Mutasi Pejabat Pemkot Pasuruan Kontroversial, Pansus DPRD Mulai Panggil Baperjakat

Pansus DPRD sudah bergerak dengan memanggil tim Baperjakat. Tim pansus yang diketuai oleh Arif Ilham ini memanggil lima orang dari Tim Baperjakat.

Sikapi Mutasi Pejabat Pemkot Pasuruan Kontroversial, Pansus DPRD Mulai Panggil Baperjakat
suryamalang.com/Galih Lintartika
Ketua Tim Pansus DPRD Kota Pasuruan soal Mutasi, Arif Ilham 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pasuruan untuk menyikapi mutasi 147 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Pasuruan ternyata bukan isapan jempol.

Lembaga legislatif ini sudah membentuk panitia khusus untuk mutasi tersebut. Pansus dibentuk, Selasa (7/5/2019) malam. Dan hari ini, pansus sudah bergerak dengan memanggil tim Baperjakat. Tim pansus yang diketuai oleh Arif Ilham ini memanggil lima orang dari Tim Baperjakat.

Ketua Tim Pansus Mutasi, Arif Ilham menjelaskan, dari lima orang tim Baperjakat yang dipanggil, hanya tiga orang yang datang. Mereka adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pasuruan, Kepala Badan Kepagawaian Daerah (BKD), dan Kepala Inspektorat.

"Dua lainnya mangkir tidak memenuhi undangan rapat dari tim pansus mutasi," katanya kepada Suryamalang.com usai memimpin rapat.

Ia menjelaskan, rapat pansus ini belum menghasilkan apa - apa. Itu artinya rapat belum selesai. Kata dia, pansus akan kembali memanggil Baperjakat, Kamis siang.

"Selain karena anggota Baperjakat belum lengkap, ada materi yang juga tidak dibawa oleh tim Baperjakat dalam pertemuan hari ini. Jadi besok, saat mereka datang lagi, surat itu harus dibawa," tambahnya.

Dalam pertemuan hari ini, menurutnya, pihaknya lebih membahas terkait surat izin kemendagri. Surat izin yang menjelaskan bahwa mutasi yang dilakukan oleh Plt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo sudah mendapatkan persetuan dari Kemendagri.

"Hari ini mereka (Baperjakat) tidak bisa menunjukkan surat itu. Kami minta surat itu dalam bentuk fisiknya, mereka beralasan bahwa surat itu dibawa pak Teno, Plt Wali Kota. Besok saya minta mereka membawa dokumen itu," paparnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, nasib Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan yang terkena mutasi dan promosi semakin tidak jelas pasca dilantik pada Senin, 29 April lalu.

Sudah sembilan hari sampai hari ini, 147 ASN yang dimutasi dan dilantik oleh Plt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo belum juga menempati tempatnya di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru. Hingga sekarang, mereka masih belum mendapatkan SK atau surat hadap ke OPD, yang dituju. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved