Minggu, 26 April 2026

Nasional

Gara-gara Utang Rp 4,2 Juta, Muksalmina Tega Bunuh Temannya

Karena utang Rp 4,2 juta, Muksalmina (22) tega membunuh M Ali. Mayat korban di parit Kampung Weh Due, Kecamatan Permata

Editor: Zainuddin
Google
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM – Karena utang Rp 4,2 juta, Muksalmina (22) tega membunuh M Ali.

Mayat korban di parit Kampung Weh Due, Kecamatan Permata, Bener Meriah pada Rabu (1/5/2019).

Setelah melakukan penyelidikan selama lima hari, anggota Polres Bener Meriah menangkap pelaku pembunuhan M Ali.

Polisi mengungkap kasus ini berdasar informasi dari ponsel milik korban yang ditemukan di sekitar lokasi penemuan mayat.

Kasatreskrim Polres Bener Meriah, Iptu Wijaya Yudi mengatakan pengungkapan kasus itu berawal dari ponsel korban.

Polisi mengecek komunikasi dalam ponsel itu, misalnya orang yang pernah dihubungi korban, dan orang yang menghubungi korban.

“Kami lihat dari riwayat komunikasi, baik pelaku kepada korban dan korban kepada pelaku.”

“Setelah dicek berulang-ulang, ternyata tersangka dan korban saling komunikasi,” kata Wijaya, Jumat (10/5/2019).

Berdasar pengembangan kasus ini, mengarah kepada Muksalmina (22).

Muksalmina ditangkap di rumah orang tuanya di Kampung Meunasah Barat, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen pada Minggu (5/5/2019).

“Sehari sebelum pembunuhan, mereka saling komunikasi. Kemudian mereka menuju Bener Meriah pada Selasa (30/4/2019) pukul 22.45 WIB.”

“Tersangka pun mencari tempat sepi,” ujar Wijaya.

“Motif pembunuhan ini adalah tersangka dendam karena utang korban berjumlah Rp 4,2 juta tak kunjung dibayar kepada pelaku,” tambahnya.

Saat berada di jalan sepi menuju Kampung Wih Due, tersangka kemudian menghujamkan sangkur ke arah kepala dan badan korban.

Tersangka sudah merencanakan pembunuhan itu jauh-jauh hari.

Pembunuhan ini baru terlaksana usai tersangka mengiming-imingi korban untuk mengambil sabu-sabu ke Bener Meriah sebagai pemasukan tambahan menjelang lebaran nanti.

“Korban dan tersangka sempat bergulat hampir satu jam di lokasi.”

“Karena pelaku membawa sajam, korban tidak bisa selamat,” ujarnya.

“Saat perkelahian terjadi, korban terdesak ke pinggiran jalan kemudian terjatuh.”

“Saat itu tersangka berusaha menarik korban dengan menarik bajunya. Namun bajunya terlepas.”

“Makanya mayat korban ditemukan dengan kondisi setengah telanjang,” papar Iptu Wijaya.

Kemudian tersangka membawa motor korban ke pemukiman Wih Due.

Bahkan tersangka menghubungi satu warga yang dikenalnya.

“Bahkan dia sempat menginap sampai 17.00 WIB, dan kemudian berangkat menuju Bireuen.”

“Mayat korban ditemukan pada pukul 07.30 WIB. Berdasar keterangan saksi saat evakuasi korban, pelaku hanya tidur-tiduran di rumah,” tegasnya.

Kepada Serambinews.com, tersangka mengaku sudah merencanakan pembunuhan itu.

Tersangka berencana melakukan pembunuhan ini karena korban dianggap pembohong.

“Dia menjanjikan kepada saya untuk menutupi utangnya, saya akan dimasukkan menjadi Satpol PP tapi rupanya tidak,” kata dia.

Tersangka juga dijanjikan akan diberikan kendaraan motor, namun janji itu tidak kunjung ditepati.

“Saya dijanjikan akan diberikan kereta bodong seharga Rp 2 jutaan untuk menutupi utangnya, tapi tidak juga.”

“Kemudian saya dendam merencanakan pembunuhan,” terangnya.

Muksalmina mengatakan membunuh di lokasi itu karena sangat sepi.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Perkelahian Satu Jam Berujung Tewasnya M Ali, Ini Awal Mula Pembunuhan Itu.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved