Selebrita

Tangisan Anji Saat Anak Didiagnosis Autisme, Ini Ciri-ciri Anak Autis yang Dapat Dikenali Sejak Dini

Anji tak kuasa menahan air mata ketika mengetahui sang putra didiagnosisi mengidap suatu penyakit gangguan perkembangan.Ini penjelasan para ahli.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
Instagram
Anak bungsu Anji idap Autism Spectrum Disorder 

- Tidak menanggapi suara keras dan tiba-tiba.

- Tidak berupaya untuk berbicara.

- Tidak bereaksi terhadap wajah-wajah baru.

- Mengalami kesulitan memegang atau menggenggam benda.

- Tidak mengikuti obyek yang bergerak dengan matanya.

2. Bayi Usia tujuh bulan

Gejala autisme yang paling umum diamati pada sekitar usia tujuh bulan, sebagai berikut:

- Tidak menunjukkan kasih sayang terhadap orangtuanya.

- Tidak tertawa, tersenyum, atau membuat suara.

- Tidak menengok untuk melihat orang yang sedang berbicara padanya.

- Tidak mencoba untuk menjangkau objek.

- Tidak mencoba untuk menarik perhatian Mama ke arahnya dengan tindakan tertentu.

- Jarang menunjukkan minat dalam kegiatan permainan.

- Tidak merespons setiap ada suatu tindakan yang mendadak.

3. Bayi Usia 12 bulan

Jika bayi mengidap autisme, dia mungkin akan menampilkan tanda-tanda dan gejala berikut:

- Tidak membuat upaya untuk berbicara atau menggunakan kata-kata tunggal.

- Jarang merangkak.

- Tidak berdiri bahkan ketika didukung.

- Tidak menunjukkan ekspresi saat menemukan benda menarik.

- Tidak melompat, melambai, ataupun menggeleng.

"Orangtua harus berbesar hati dan jangan berlarut-larut dalam kesedihan, karena anak ini menunggu. Jangan biarkan anak-anak menunggu, ikhlaskan hatimu, Mam, percayalah ini hadiah yang diberikan Tuhan untukmu."

"Bila orangtua sudah bisa mengatasi dirinya maka perlahan-lahan orangtua dapat menerima dan tidak terus bertanya dalam hati 'Kenapa harus saya',” kata Dra. Retno Dewanti Purba, MPsi, di Female Radio Lounge, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

"Bila orangtua belum mampu menerima kondisi anak sebagai penyandang autisme, hal ini akan semakin menyulitkan."

"Mama akan selalu mempertanyakan kapan waktunya orangtua merasa bahagia dan melihat anaknya mandiri. Namun menurut Retno, sekarang lah waktunya. "Sekarang, Mam, bangkitlah. Anak itu menunggumu," katanya.

Yang terpenting, orangtua juga perlu mengetahui bahwa kini ada banyak terapi untuk menangani anak-anak autisme.

Salah satunya terapi okupasi, yang membantu penyandang autisme mengembangkan ketrampilan berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.

Juga mengembangkan minat, aktivitas, dan bermain yang serba terbatas. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved