Breaking News:

Ramadan 2019

Bagaimana Hukumnya Ghibah Atau Ngomongin Orang Saat Puasa? Yuk Tanya Ustaz

Bagaimana hukumnya jika melakukan ghibah saat menjalankan ibadah puasa? Apakah akan membatalkan puasa kita? Yuk tanya ustaz.

Penulis: Frida Anjani | Editor: eko darmoko
Tribunnews.com
Ilustrasi Ghibah 

SURYAMALANG.COM – Bulan Ramadan adalah bulan suci di mana umat muslim saling berlomba-lomba untuk mengumpulkan pahala.

Selain itu, ibadah puasa Ramadan juga menjadi salah satu ajaran bagi umat muslim agar tak hanya menahan lapar dan dahaga, namun juga nemahan diri dari hawa nafsu lain seperti ghibah.

Ghibah atau kerap disebut dengan ngomongin orang lain adalah menceritakan sesuatu tentang orang lain, sedangkan orang yang dibicarakan tersebut tidak suka.

Ghibah termasuk dosa besar yang wajib untuk dihindari oleh seluruh umat Muslim.

Lalu, bagaimana hukumnya jika melakukan ghibah saat menjalankan ibadah puasa?

Apakah akan membatalkan puasa kita?

Melansir dari  video Tanya Ustaz dalam Youtube Channel Tribunnews.com Rabu (15/5/2019), Abdul Matin bin Sakman, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Surakarta, mengungkapkan bahwa pada dasarnya puasa adalah menahan diri dari segala yang dilarang oleh agama.

Menurut Abdul, puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan syahwat, tetapi juga menjaga lisan.

Dalam rangka menjaga puasa, terutama di zaman modern sekarang ini, ghibah atau menggunjing orang lain tidak hanya ditemukan dalam bentuk lisan.

Ghibah juga dapat ditemukan di media sosial, seperti pesan teks pada Whatsapp, Instagram, Facebook, dan aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan untuk menyebarkan hoaks maupun fakta yang tidak disukai oleh kelompok atau individu tertentu.

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan kepada kita, ghibah adalah menyebutkan, menceritakan apa yang senyatanya terjadi kepada orang lain atas apa yang terjadi kepada temanmu, meski kejadian itu adalah faktual. Tetapi yang bersangkutan, meskipun ini faktual, tidak suka apabila keburukannya itu diungkapkan kepada orang lain," terang Abdul.

Oleh karena itu, Abdul menambahkan, kita harus berhati-hati dalam membagikan cerita atau pengalaman pribadi saat menjalankan ibadah puasa, karena itu termasuk dalam kategori ghibah.

Apalagi, saat ini banyak sekali bermunculan cerita-cerita yang bersumber dari hoaks atau berita palsu.

Jangankan berita palsu, dalam Islam, menceritakan yang sesungguhnya terjadi tetapi tidak disukai oleh orang lain ketika kita menceritakannya, adalah hal yang dilarang.

Menurut Abdul, puasa seseorang yang ghibah atau membicarakan orang lain adalah sah, tetapi tidak maknawi.

"Dia memang menjalankan ibadah puasa sejak terbit fajar hingga matahari tenggelam dan gugur dari kewajiban berpuasa. Namun, dia tidak akan mendapatkan sedikitpun pahala dari puasa tersebut", jelas Abdul.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلُ الزُّوْرِ وَالعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ عَزَّوَجَلَّ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan (tetap) mengamalkannya, maka tidaklah Allah Azza wa Jalla butuh (atas perbuatannya meskipun) meninggalkan makan dan minumnya” [Hadits Riwayat Bukhari 4/99]

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa puasa seseorang yang ghibah tetap sah dan ia gugur dari tanggung jawab puasa.

Namun, ia tidak mendapatkan pahala apa pun dari apa yang dia lakukan sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

"Oleh karena itu, semoga saja kita tidak hanya dapat menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan syahwat lisan, syahwat tangan untuk mengetik tulisan yang dapat menyakiti, mencelakai, atau menyinggung orang lain, meskipun itu nyata terjadi, karena itu merupakan bagian dari ghibah," tutup Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Surakarta tersebut.

Sependapat dengan Abdul Matin bin Sakman, Ustaz 'Jufri' Rustandi juga menyampaikan jika melakukan Ghibah saat berpuasa tidak membataskan puasa seseorang.

Namun, kegiatan ghibah atau ngomongin orang lain ini dapat menghilangkan pahala puasa orang yang menjalankannya.

Saat ditemui Tribunnews di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019) sore, ustaz 'Jufri' Rustandi menggaris bawahi salah satu hal yang sebaiknya tidak dilakukan tiap Muslim saat menjalani ibadah puasa, yakni ghibah.

Ustaz Jufri Rustandi, saat ditemui di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019) sore.
Ustaz Jufri Rustandi, saat ditemui di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019) sore. (TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI)

Menurutnya ada perbedaan tipis antara ghibah dan fitnah.

Jika seseorang membicarakan orang lain namun memang berdasar pada kenyataan yang ada, itu merupakan ghibah.

Namun jika yang dibicarakannya itu adalah hal yang tidak benar atau tidak sesuai dengan fakta, maka itu akan menjadi fitnah.

"Ghibah itu ngomongin orang, ngomongin orang itu (disebut) ghibah, tapi kalau nggak bener (itu) jadi fitnah," ujar ustaz 'Jufri' Rustandi kepada Tribunnews.

Ia pun mengingatkan, meskipun ghibah tidak membatalkan puasa, hal yang satu ini bisa menghilangkan pahala seseorang yang melakukannya.

"Dan ingat, itu nggak ngebatalin puasa, tapi ngebatalin pahalanya puasa, kalau bener jadi ghibah, kalau nggak bener jadi fitnah," jelas ustaz 'Jufri' Rustandi.

Maka dari itu, ia menyarankan agar dalam menjalani ibadah puasa, lisan sebaiknya dijaga.

Ada dua hal yang diingatkannya yakni 'berkata yang baik, atau lebih baik diam'.

Kendati demikian, ia menyatakan bahwa terdapat pengecualian dalam beberapa hal, jika hal itu terkait kebenaran yang memang harus diungkapkan meskipun kenyataannya pahit.

"Diam, jangan ngomong, berkatalah yang baik atau lebih baik diam, walaupun memang nggak semua (hal) harus diam, (karena) dalam suatu hal kita harus ngomong. Kita harus menyatakan, diungkapkan, katakan kalau yang benar itu memang pahit," tegas ustaz 'Jufri' Rustandi.

Lebih lanjut, ustaz yang cukup dikenal melalui layar televisi ini kembali menekankan bahwa ghibah membatalkan pahala orang yang berpuasa.

"Tapi ingat, jangan ghibah, ngebatalin puasa emang nggak, cuma pahalanya berantakan," kata ustaz 'Jufri' Rustandi.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved