Malang Raya
Kisah Sugeng, Pelaku Mutilasi Yang Pernah Bakar Rumah Tetangganya Dan Potong Lidah Pacar
Sugeng kerap dikenal sebagai orang yang memiliki gangguan jiwa karena beberapa kasusnya dulu ketika tinggal di Jodipan Kota Malang.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Achmad Amru Muiz
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Usai sudah, perburuan polisi mengenai siapa pelaku yang telah melakukan mutilasi di Matahari Pasar Besar Kota Malang pada Selasa (13/5).
Dia adalah Sugeng Angga Santoso, orang yang dulunya pernah berdomisili di Jodipan Wetan Gang Ill RT 04 RW 06 Kota Malang.
Sugeng kerap dikenal sebagai orang yang memiliki gangguan jiwa karena beberapa kasusnya dulu ketika tinggal di Jodipan.
Menurut Narko (51) yang dulu tetangga Sugeng mengatakan, Sugeng dulunya pernah membakar rumahnya sewaktu tinggal di Jodipan.
Sugeng juga pernah memotong lidah kekasihnya dan memukul kepala ayahnya dengan menggunakan palu.
"Sugeng ini dari dulu selalu bikin gempar warga. Bahkan, Sugeng juga pernah di usir dari sini (Jodipan) sekitar 7-8 tahun lalu," ujarnya.
Narko paham betul dengan Sugeng karena rumahnya berdempetan. Narko mengatakan, Sugeng memang dari dulu memiliki kelainan.
Tak hanya Sugeng saja, namun beberapa keluarganya juga memiliki sifat aneh seperti Sugeng.
"Amit sewu, sepertinya gangguan ini sudah menggaris di keluarganya. Buktinya keluarganya saja sudah tidak tahu menahu," ucapnya.
Selama menjadi tetangganya dulu, Narko merasa Sugeng selalu membuat ulah.
Hingga Narko pernah melaporkan Sugeng ke Polisi lantaran hampir membakar rumahnya pada tahun 2011.
• VIDEO Pengakuan Pelaku Mutilasi Pasar Besar Kota Malang, Tidak Berhubungan Badan dan Hanya Memijat
• Update Mutilasi Pasar Besar Kota Malang - Ada 7 Fakta Baru, Dari Foto Pelaku hingga Pengakuan Ganjil
Meski demikian, polisi belum bisa mengurus Sugeng lantaran sugeng pernah masuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang.
Hal itulah yang membuat polisi enggan untuk menangkap Sugeng.
"Sugeng ini kalau berbicara sama orang normal modelnya seperti orang gila. Tapi, kalau pihak Rumah Sakit Jiwa yang mengajak berbicara dia kayak orang normal. Itu yang membuat RSJ tidak membawanya," terang Narko.
Sementara Muhammad Luthfi (46) Ketua RW 06 Kelurahan Jodipan mengatakan, Sugeng dulu merupakan warga Jodipan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/tempat-tidur-dugaan-pelaku-mutilasi-di-kota-malang.jpg)