Malang Raya
26 Mahasiswa Asing Siap Kuliah Di Polinema
Selain mahasiswa dalam negeri, Politeknik Negeri Malang (Polinema) juga menerima mahasiswa asing.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Selain mahasiswa dalam negeri, Politeknik Negeri Malang (Polinema) juga menerima mahasiswa asing.
Hal ini karena di Polinema ada kelas internasional. Bagi calon mahasiswa Indonesia yang ingin masuk kelas internasional tinggal memilih atau mencentang pilihannya di kelas reguler atau kelas internasional.
“Untuk kelas internasional, kami buka di lima prodi,” jelas Supriatna Adhisuwigjo, Pembantu Direktur I Polinema, Senin (20/5/2019).
Semua adalah jenjang D4. Meliputi D4 Teknik Informatika, D4 Manajemen Rekayasa Konstruksi, D4 Sistem Kelistrikan, D4 Akuntansi Manajemen dan D4 Manajemen Pemasaran.
Dijelaskan dia, awalnya jumlah pendaftar kelas internasional dari camaba asing ada 65 orang.
Namun kemudian diseleksi ada 26 orang yang lolos. Mereka antara lain dari Madagaskar, Kenya, Gambia, Sudan, Yaman, South Sudan.
Saat ini mereka sedang mempersiapkan dokumen untuk bisa daftar ulang bersamaan dengan jalur UMPN (Ujian Masuk Politeknik Negeri).
“Sekitar Juli 2019 nanti daftar ulang. Sekaligus membawa berkas yang dibutuhkan termasuk student visa,” jawabnya.
Sedang masa perkuliahan semua mahasiswa baru Polinema dimulai pada 26 Agustus 2019.
Maba asing kelas internasional itu sudah didistribusikan ke lima prodi D4.
Dari 26 maba asing itu ada yang mendapat beasiswa berupa bantuN biaya hidup dan bebas UKT (Uang Kuliah Tunggal).
Ada juga yang biaya mandiri. Dijelaskan, di kelas internasional, bahasa pengantarnya adalaha bahasa Inggris.
“Bagi mahasiswa Indonesia yang ikut kelas internasional berarti menjadi keuntungan bagi mahasiswa,” paparnya.
Untuk itu, mahasiswa akan mengikuti program internasionalisasi. Misalkan ikut summer camp.
Peserta akan diseleksi dan dipilih untuk ikut summer camp di Malaysia.
Pada tahun lalu, program ini sudah dijalankan.
“Jika ikut kelas internasional, juga bisa ikut kredit sistem di perguruan tinggi luar negeri yang jadi mitr kerjasama Polinema,” jelas Supriatna.
Untuk kelas internasional, per prodi hanya satu kelas.
Sementara untuk double degree, baru bisa dilakukan pada 2020 meski sudah ada MoU dengan perguruan tinggi mitra seperti di Malaysia dan Cina.
Hal ini karena masih perlu nego mengenai pembiayaannya per semester oleh mahasiswa pada perguruan tinggi mitra.
Disebutnya, Polinema juga punya kelas kerjasama seperti D3 Teknik Listrik PLN yang saat ini masih proses ditahap kedua.
Kemudian ada kelas kerjasama dengan GMF yang diperkirakan akan dilaksanakan seleksi pada Juni 2019.
Juga ada kerjasama dengan PT Bukit Assm berupa pemberian beasiswa bagi masyarakat sekitar pabrik.
Mereka akan ikut ujian UMPN. Jumlah pendaftar sebanyak 60 orang. Namun yang bakal diterima hanya 25 orang.
“Ini semacam CSR dari Bukit Timah dengan memberi beasiswa kuliah. Namanya Bidik Siba atau Bidik Misi Bukit Asam,” paparnya.
Polinema juga memberikan beasiswa Bidik Misi yang jumlahnya naik pada tahun ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/graha-politeknik-negeri-malang-polinema-fasilitas-yang-ada-di-kampus-jl-soehat-kota-malang.jpg)