Kabar Kediri

Tak Kuat Derita Sakit Paru-paru Tahunan, Mariono Nekat Gantung Diri Di Pohon Jarak

Korban sebelum nekat gantung diri sempat pamit kepada kerabatnya hendak buang hajat di belakang rumah.

Tak Kuat Derita Sakit Paru-paru Tahunan, Mariono Nekat Gantung Diri Di Pohon Jarak
nydailynews
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Kasus bunuh diri dengan cara menggantung kembali terjadi di wilayah Polsek Pare, Kabupaten Kediri. Pelaku gantung diri kali ini atas nama Mariono (61) warga Jl Ontoseno, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Selasa (21/5/2019).

Kasus gantung diri kedua yang terjadi selama bulan Ramadan ini dilaporkan Ruslan Abdul Gani (53) Kades Gedangsewu.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, Mariono sebelum nekat gantung diri sempat pamit kepada Lutri Wahyuningsih kerabatnya hendak buang hajat.

Namun setelah ditunggu lama tidak kunjung kembali, Lutri kemudian membangunkan Siswanto. Kedua saksi kemudian mencari Mariono ke belakang dan menemukannya sudah dalam keadaan gantung diri dengan seutas tali tampar warna biru.

Tali yang digunakan untuk bunuh diri ini diikatkan pada pohon jarak yang ada di belakang rumahnya.

Mengetahui kejadian tersebut, Siswanto sempat memegangi tubuh Mariono sambil berteriak minta tolong. Teriakan itu didengar oleh Ahmad Nurcholis yang kemudian mendatangi lokasi kejadian.

Kemudian Ahmad Nurcholis mengambil sabit yang digunakan untuk memotong tali tampar yang terikat dipohon jarak. Selanjutnya membawa pelaku gantung diri kedalam rumah dan melaporkan kepada Kepala Desa Gedangsewu. Kasus gantung diri kemudian dilaporkan ke Polsek Pare.

Dari penjelasan keluarga, Mariono sudah lama mengidap penyakit paru-paru dan syaraf. Namun pengobatan selama ini tak kunjung sembuh.

Kasi Humas Polsek Pare, Aipda Yani saat dikonfirmasi menjelaskan, petugas telah meminta keterangan saksi-saksi.

Dari TKP lokasi gantung diri petugas mengamankan seutas tampar warna biru panjang kurang lebih 2,5 meter serta sebuah kursi dingklik dari bahan kayu.

Pihak keluarga menolak jenazah Mariono dilakukan otopsi yang dikuatkan dengan surat pernyataan.
Sementara dari hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Sidorejo dan petugas Inafis Polres Kediri, hasilnya tidak menemukan tanda- tanda kekerasan. Diduga kuat korban meninggal karena gantung diri.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved