Kabar Surabaya

BNNP Jatim Sebut Lapas Madiun Kurang Kooperatif Dalam Pemberantasan Peredaran Narkoba

Terkait sering ditemukannya peredaran narkoba jaringan lapas Madiun ini dikarenakan pihak Lapas kurang kooperatif.

BNNP Jatim Sebut Lapas Madiun Kurang Kooperatif Dalam Pemberantasan Peredaran Narkoba
suryamalang.com/Pipit Maulidiya
Kepala BNNP Jawa Timur, Brigjen Pol Bambang Priyambadha 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - BNNP Jatim kembali mengungkap kasus peredaran narkoba yang melibatkan jaringan Lapas Madiun. Pengungkapan ini bukan kali pertama. Kali terakhir BNNP Jatim menangkap dua tersangka dengan jaringan Lapas Madiun.

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Priyambadha menyebut, terkait sering ditemukannya peredaran narkoba jaringan lapas ini dikarenakan pihak Lapas kurang kooperatif.

"Memang hanya di Madiun kita kesulitan, kami waktu itu koordinasi lama. Beda dengan tempat-tempat lain seperti di Sidoarjo cukup welcome. Mudah-mudahan kedepannya terjalin dengan baik," kata Brigjen Pol Bambang Priyambadha, Selasa (21/5/2019).

Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kalapas Madiun terkait pemberantasan peredaran narkoba. "Saya masih berupaya tetap berkoordinasi dengan Kalapasnya. Kalau dengan Kemenkumham Jatim sudah ketemu dan koordinasi," katanya.

Diharapkannya kesediaan kerjasama tersebut dapat menghentikan masuknya peredaran narkoba di Jawa Timur. Sejak Mei 2019, BNNP menyita 27,8 kilogram yang didapat dari berbagai jaringan mulai Aceh, Riau dan Madiun.

"1,5 juta -2,5 juta per gramnya, namun bukan nilai uangnya tapi berapa jiwa yang kita selamatkan. Misal satu kilogram 50 ribu orang," pungkasnya.

Editor: Achmad Amru Muiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved