Kabar Kediri

Kiprah Pegiat Pelestarian Satwa Kediri Lepas Liarkan Ular Sanca di Hutan Lereng Gunung Wilis

Ular Sanca Kembang yang diamankan Satpol PP sekarang telah dilepaskan di habitatnya di hutan kawasan Lereng Gunung Wilis.

Kiprah Pegiat Pelestarian Satwa Kediri Lepas Liarkan Ular Sanca di Hutan Lereng Gunung Wilis
Ist
Pegiat kelestarian satwa liar saat melepas liarkan ular Sanca Kembang di kawasan hutan Lereng Gunung Wilis, Kabupaten Kediri. 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Pegiat kelestarian satwa ular di Kediri telah berulangkali melepas liarkan satwa yang nyelonong masuk ke permukiman warga. Kejadian paling akhir ular jenis Sanca Kembang yang nyelonong di halaman belakang rumah warga di Jl Urip Somoharjo, Kota Kediri.

Ular Sanca Kembang yang diamankan Satpol PP sekarang telah dilepaskan di habitatnya di hutan kawasan Lereng Gunung Wilis.

Bagi Tamtam dari Purene Argonic dan Imam dari Chenul Max ada kebahagiaan setelah melepas liarkan ular Sanca Kembang, salah satu satwa yang dilindungi. Dengan melepas satwa ular ke habitat aslinya diharapkan tidak punah dan tetap lestari.

Tamtam mengaku sangat terkesan saat melepas liarkan ular Sanca Kembang yang sebelumnya ditangkap petugas Satpol PP Kota Kediri di belakang rumah Toha, warga Jl Urip Sumoharjo.

Ular Sanca Kembang dengan ukuran panjang 4 meter telah dilepas liarkan di kawasan hutan lereng Gunung Wilis. Saat melepaskan satwa ular, Tamtam sengaja merahasiakan lokasinya tempatnya supaya tidak diburu pemburu ular.

Pelepasan ular dilakukan dengan membawa ular Sanca dengan tas rangsel besar. Kedua pegiat pecinta satwa itu kemudian memilih lokasi yang menjadi habitat baru ular Sanca Kembang.

"Kami harus masuk hutan, saya cuma bisa ngasih letak koordinatnya saja supaya ular yang dilepas tidak ditangkap kembali sama pemburu ular," ungkap Tamtam.

Setidaknya Tamtam dan rekannya telah 6 kali melepas liarkan ular yang ditangkap warga ke habitat aslinya di hutan. "Jenisnya macam-macam seperti sanca, jali dan molu. Ketiganya merupakan jenis ular non vernon atau tidak beracun," jelasnya.

Ular-ular yang dilepaskan merupakan hasil tangkapan liar atau yang nyelonong masuk ke permukiman warga. "Namun yang paling berkesan saat melepaskan ular jenis Sanca Kembang hasil tangkapan temen Satpol PP. Itu ular terbesar yang pernah kami lepaskan ke habitatnya di hutan," tambahnya.

Tamtam dan komunitasnya mengaku sangat sedih saat melihat ada ular yang sengaja dilempar ke jalan sehingga dilindas kendaraan. "Saya sendiri miris kalau lihat ada ular yang sengaja dilempar di jalan. Kasian, ular juga dianugrahi Tuhan nyawa," tambahnya.

Untuk itu Tamtam menyarankan masyarakat jika menemukan ular di lingkungannya jangan dipukul atau dibunuh. "Mending ularnya ditangkap dan dirilis di tempat yang layak," ujarnya.

Namun kalau tidak berani menangkap, dapat meminta tolong warga sekitar untuk membantu menangkapnya. Untuk menangkap ular warga harus berbagi tugas, salah satu warga memantau dan mengamati dari jarak yang cukup, karena ular pergerakanya juga gesit.

Jika warga tidak cukup punya nyali untuk menangkap bisa meminta bantuan kepada petugas Satpol PP, PMK, BPBD, pegiat pecinta alam atau orang terlatih lainnya. "Dengan melepasliarkan, ular juga layak untuk hidup dan kita juga aman dari serangan ular," ungkapnya.

Sementara Kabid Trantibun Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid berterima kasih atas bantuan pegiat kelestarian satwa yang telah melepasliarkan ular Sanca Kembang ke habitat aslinya di kawasan lereng Gunung Wilis.

Satpol PP Kota Kediri telah beberapa kali menangkap ular jenis Sanca dan sempat mengamankan. Ular yang ditangkap afa peliharaan masyarakat dan ular liar yang ditemukan masuk ke permukiman warga.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved