Kabar Sumatera Utara

VIDEO VIRAL - Pada Display Harga di SPBU Medan Tiba-tiba Muncul Hinaan pada Jokowi dan Megawati

Hinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mendadak muncul di papan harga atau totem SPBU.

VIDEO VIRAL - Pada Display Harga di SPBU Medan Tiba-tiba Muncul Hinaan pada Jokowi dan Megawati
twitter
Hinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mendadak muncul di papan harga atau totem di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Medan, Sumatera Utara, Kamis (23/5/2019) malam. 

SURYAMALANG.COM, MEDAN - Hinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mendadak muncul di papan harga atau totem di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Medan, Sumatera Utara, Kamis (23/5/2019) malam.

Tiba-tiba muncul running text yang berisi kalimat penghinaan kepada Jokowi dan Megawati di bawah daftar harga terbaru bahan bakar minyak yang dijual.

VIDEO VIRAL - Papan Display Harga SPBU Bisa Diubah Pakai HP, Muncul Hinaan pada Jokowi dan Megawati

VIDEO VIRAL - Dewi Tanjung: Ingat Pak Prabowo, Mei 1998 Anda Bisa Kabur, Kali ini Tidak!

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Jericho Lavian mengatakan, kasus itu terjadi di sebuah SPBU di Pasar III Marelan, Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.

Running text muncul sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, warga yang mengetahuinya langsung heboh lalu merekamnya. Video rekaman warga lalu viral di media sosial. Papan display langsung dimatikan setelah diketahui satpam sekitar satu menit kemudian.

"Ini dugaan (dilakukan) orang lain di luar SPBU. Karena papan videotronnya itu kemarin kami cek dengan teknisi IT dari Pertamina bisa diubah dengan HP bagi yang tahu," katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (25/5/2019).

Polisi, lanjutnya, saat ini menyelidiki kasus penghinaan terhadap Jokowi dan Megawati melalui running text ini.

Sementara itu, Kepala MOR 1 Pertamina UPMS 1 Medan, Robby Hervindo, mengatakan, saat ini pihaknya fokus meningkatkan keamanan sistem display di setiap totem SPBU. Pihaknya melibatkan tim keamanan IT untuk mengambil langkah pengamanan di setiap tiang display.

"Kalau kemungkinan, di tempat lain bisa saja kalau kemungkinan bisa terjadi. Kalau bicara kemungkinan. Tapi kita berupaya untuk pengamanan. Nah, ini SPBU kan jadi korban. Ya, kan sekarang situasinya lagi begini," ungkapnya, Sabtu. kompas.com

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved