Kabar Surabaya
Sidak RPH Di Surabaya, Khofifah Pastikan Stok Daging Sapi Di Jatim Aman Dan Surplus 30 Ribu Ton
Khofifah memantau proses pemotongan sapi, hingga memastikan proses penyembelihan sapi dilakukan dengan cara sesuai syariat Islam dan halal.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Achmad Amru Muiz
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Keseriusan Pemerintah Jawa Timur dalam memastikan stok bahan pangan di Jawa Timur aman hingga pasca lebaran terus dilakukan.
Sehari sebelumnya mengecek stabilitas harga daging sapi di Pasar Pucang, pagi dini hari ini, Jumat (31/5/2019), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau kondisi Rumah Potong Hewan (RPH) di Pegirikan Kecamatan Semampir, Kota Surabaya.
Gubernur perempuan pertama Jawa Timur itu meninjau langsung ketersediaan sapi di RPH Pegirikan, memantau proses pemotongan sapi, hingga memastikan proses penyembelihan sapi dilakukan dengan cara sesuai syariat Islam dan halal.
Dari hasil peninjauan tersebut, Khofifah memastikan stok daging sapi Jawa Timur dalam kondisi aman. Bahkan, berdasarkan data dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, ketersediaan daging sapi Jawa Timur di bulan Juni mendatang masih surplus sekitar 30 ribu ton.
"Kembali yang ingin saya sampaikan stok daging sapi di Jatim jelang dan pasca lebaran aman. Kita lihat di sini per hari RPH Pegirikan yang biasa memotong 150 ekor sapi, jelang lebaran ini mulai naik mencapai 200 ekor per hari. Di prediksi nanti di H-3 lebaran akan memotong 250 an ekor sapi," ucap Khofifah.
Meski permintaan daging sapi naik jelang lebaran, namun Khofifah menyebut hal tersebut tidak masalah lantaran ketersediaan hewan sapi di Jawa Timur juga masih melimpah. Sebagai daerah yang produktif di sektor peternakan di Jawa Timur masih ada 4,6 juta ekor sapi.
Sapi di Jawa Timur banyak dihasilkan dari kawasan Sumenep, Probolinggo, dan sekitarnya. Dan disebut masih cukup untuk memenuhi kebutuhan warga masyarakat Jawa Timur hingga pasca lebaran nanti meskipun ada peningkatan permintaan.
"Di RPH ini kita juga lihat stok hewannya cukup. Artinya stok dagingnya cukup," ucap Khofifah usai melihat hewan sapi di belakang RPH yang masih belum dipotong.
Sapi-sapi yang didatangkan dari luar Surabaya ditransitkan dahulu minimal delapan jam sebelum dipotong. Setelah itu baru dilakukan pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan boleh dipotong dan dikonsumsi oleh dokter hewan di RPH.
"Saya harap seluruh masyarakat Jawa Timur bisa mendapatkan daging kualitas terbaik. Dan bagi warga Muslim kita pastikan bahwa di RPH ada kualifikasi yang akan memotong kurban harus kursus dari Pemprov dan bersetifikat sebagai juru penyembelih halal (juleha). Jadi dipastikan kehalalannya," tegas wanita yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Sosial ini.
Tak hanya menjamin soal ketersediaan stok daging sapi. Namun untuk stabilitas harga daging dipastikan di Jawa Timur juga dalam kondisi ynag baik. Daging sapi di pasar tradisional untuk kualitas super bisa diperoleh masyarakat dengan harga Rp 120 ribu per kilogram untuk daging kualitas super. Ditegaskan Khofifah harga tersebut masih normal.
"Karena untuk harga daging yang di bawahnya super, ada yang seharga Rp 105 ribu dan ada juga yang Rp 85 ribu perkilogramnya," tandas Khofifah.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas Dirut RPH Pegirikan Surabaya, Bela Bima membenarkan apa yang disampaikan Khofifah soal ketersediaan stok daging sapi. Pasalnya, untuk RPH Pegirikan sapi yang dipotong seluruhnya adalah sapi dari Jawa Timur.
"Kita masih mengusahakan untuk sapi yang dipotong di sini adalah sapi dari Jawa Timur dan itu selalu cukup. Paling banyak dari Probolinggo," tegasnya.
Pihak RPH juga menjaga agar pemenuhan permintaan daging bisa terpenuhi. Pihaknnya selalu aktif berkomunikasi dengan pasar sapi dan jagal. Mereka juga menerapkan sistem perencanaan kuota kebutuhan sapi yang akan dipotong.