Selebrita
Barbie Kumalasari Umbar Kedekatannya dengan Mantan Suami, Mulai Hubungan Intim & Menginap Bersama
Barbie Kumalasari umbar kedekatannya dengan mantan suami, mulai hubungan Intim hingga menginap bersama, tidak sungkan umbar kemesraan masing-masing.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
Dokter Boyke lantas mengingatkan kalau frekuensi hubungan intim yang terlalu sering, misal 6-8 kali seminggu bisa menyebabkan energi terkuras dan sulit mengalami orgasme.
Terlebih pada pria, hal ini terasakan sekali.
Soalnya, di dalam sperma terkandung berbagai protein, asam amino, dan asam esensial lainnya.

Bisa dihitung kan berapa banyak energi cadangan yang dibutuhkan bila untuk sekali berhubungan saja diperlukan energi minimal setara dengan energi yang terpakai untuk lomba lari 2 x 100 meter atau bergegas naik tangga 3 lantai.
Itu baru sekali lo, bagaimana kalau 3-4 kali sehari selama seminggu penuh terus-menerus, misalnya.
Boyke menyarankan agar kita pandai-pandai mengatur strategi, misalnya memilih hari secara berselang-seling: Minggu-Selasa-Kamis-Sabtu atau Senin-Rabu-Jumat-Sabtu.
Dengan begitu, ada tenggang waktu untuk memulihkan kondisi tubuh agar siap berhubungan intim kembali.
Di samping memanfaatkan hari-hari tersebut seoptimal mungkin sehingga memberikan kesan mendalam yang akan memperkokoh hubungan emosional suami istri.

Frekuensi hubungan seksual yang terjaga secara teratur ini juga memberi manfaat lain, di antaranya membuat kita tampak fresh, lebih sehat, awet muda, dan ceria.
Lebih lanjut, menurut Boyke, pernah ada penelitian yang menyebutkan, mereka yang melakukan hubungan seksual secara sehat dan teratur umurnya lebih panjang empat tahun dibandingkan dengan yang tidak.
Melansir Health, hubungan intim merupakan hal normal dan kecocokannya menjadi penentu keberhasilan sebuah hubungan romantis.
Berdasarkan data dari Kinsey Institute, pada usia 18 - 29 tahun rata-rata orang berhubungan badan 112 kali per tahun.
Dikaitkan dengan hubungan suami istri, Terapis Pasangan, Barry McCarthy menganjurkan pasangan berhubungan badan paling tidak satu hingga dua kali per minggu.
Intensitas tersebut menjadi faktor meningkatkan hubungan seksual yang sehat.
Selama kedua pihak menikmati, tak ada batasan seberapa banyak pasangan sebaiknya melakukan hubungan badan.

Akan tetapi yang perlu diwaspadai ialah jika dorongan berhubungan badan dengan pasangan justru menjadi penghalang kita berkegiatan normal sehari-hari.
Kuncinya ialah bukan memenuhi keinginan satu orang saja, tetapi evaluasi bersama-sama seperti apa kehidupan berpasangan, termasuk urusan ranjang, yang dapat memuaskan semua pihak. (Arie Puji Waluyo)