Malang Raya
16 Kasus Besar Mandeg Di KPK Jadi PR Pimpinan Baru
Ada 16 kasus besar di KPK yang masih mangkrak saat ini. Sementara masa tugas pimpinan KPK sampai Desember 2019 nanti.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Ada 16 kasus besar di KPK yang masih mangkrak saat ini.
Sementara masa tugas pimpinan KPK sampai Desember 2019 nanti.
Wawan Sujatmiko dari Transparancy International Indonesia (TII) menyatakan ini sebagai PR pimpinan KPK periode 2019-2023.
“Perlu didorong untuk diselesaikan. Tapi waktunya kurang enam bulan lagi,” kata Wawan dalam diskusi publik sosialisasi calon pimpinan KPK di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB) Malang, Rabu (19/6/2019).
Narasumbernya selain Wawan juga ada Hendardi SH, anggota pansel KPK periode 2019-2023, Lutfi J Kurniawan, pegiat anti korupsi dan ketua dewan pengurus MCW (Malang Corruption Watch) dan Dr Ali Syafa'at SH MH, akademisi yang juga Dekan FH UB.
Meski pesimis, namun Wawan mengapresiasi kasus BLBI mulai diangkat lagi dengan dijadikan tersangka Samsul Nursalim dan istrinya.
Dengan tunggakan 16 kasus, maka ini menjadi masukan buat tim pansel (panitia seleksi) pimpinan KPK bagaimana analisa dari para calon itu atas 16 kasus itu ke depannya.
“Tujuannya agar mereka tidak menjadi tersandera dengan 16 kasus itu,” kata Wawan.
Kasus besar itu antara lain soal Wisma Atlet Hambalang yang masih menyentuh Nazarudin saja.
Kemudian kasus E KTP masih ke Setnov dan belum berkembang lagi. Juga masalah Bank Century dll.
Selain itu ia juga memberi masukan ke pansel agar calon pimpinan nanti juga memikirkan soal SDM di KPK.
Apalagi dua bulan terakhir ada masalah di KPK mengenai penyidik KPK dan kepolisian.
“Masalah SDM jarang mendapat perhatian,” jelasnya.
Sementara Hendardi menyatakan sejak dibuka sudah ada 11 pendaftar.
Ada yang datang, mengirim email dan pos. Ia menyatakan lewat forum itu ingin mencari putra putri terbaik Indonesia sebagai pelopor pemberantasan korupsi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/suasana-diskusi-publik-sosialisasi-seleksi-calon-kpk-di-fakultas-hukum-universitas-brawijaya-malang.jpg)