Kabar Probolinggo

Istri di Luar Rumah, Diam-diam Suami Masuk Kamar Anak Gadis, Memaksa Berhubungan Intim Hingga Hamil

Istri di Luar Rumah, Diam-diam Suami di Probolinggo Masuk Kamar Anak Gadis, Memaksa Berhubungan Intim Hingga Hamil

Istri di Luar Rumah, Diam-diam Suami Masuk Kamar Anak Gadis, Memaksa Berhubungan Intim Hingga Hamil
Shanghaiist
Ilustrasi ayah di Probolinggo memperkosa anak kandungnya hingga hamil dan melahirkan. 

SURYAMALANG.COM, PROBOLINGGO - Ayah di Probolinggo tega memaksa anak kandungnya melakukan hubungan intim dengannya hingga hamil.

Hubungan intim ini dilakukan saat istrinya sedang tidak ada di rumah, dan anak kandungnya sendirian di dalam kamar.

Ayah bernama Muhammad (30) warga Gading, Kabupaten Probolinggo, dilaporkan karena meniduri anak kandungnya hingga hamil.

Kini, anak kandungnya sudah melahirkan bayi hasil dari perbuatan tercela sang ayah yang bekerja sebagai petani.

Kisah ayah memaksa anak kandung melakukan hubungan intim ini bermula pada Februari 2018.

Anak kandung tersebut, sebut saja Mawar, dihampiri Muhammad di kamarnya.

Saat itu, istri tersangka sekaligus ibu korban sedang keluar rumah.

Di kala inilah hasrat Muhammad sebagai lelaki memuncak ketika melihat anak kandungnya.

Tersangka memaksa korban untuk melayani hasrat bejatnya itu.

"Korban takut. Wajar saja, saat itu yang memaksa bapaknya sendiri. Jadi, korban menolak tapi tidak bisa berbuat apa-apa," kata Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto, Selasa (18/6/2019) siang.

Riyanto menjelaskan, awalnya tersangka hanya membuka baju korban.

Setelah itu menjalar hingga celana dan lainnya, hingga akhirnya korban pun telanjang bulat.

"Di situ puncaknya. Tersangka menyetubuhi anak kandungnya sendiri," jelas Kasatreskrim.

Tak lama, kata Riyanto, korban ini hamil.

Dugaan awal, saat itu sperma tersangka masuk ke dalam alat kelamin korban.

Sehingga, korban hamil dan mengandung anak dari ulah bejat bapaknya.

Muhammad tega memperkosa anak kandungnya hingga hamil dan melahirkan di Probolinggo.
Muhammad tega memperkosa anak kandungnya hingga hamil dan melahirkan di Probolinggo. (IST)

"Maret 2019 kemarin, korban melahirkan seorang anak. Nah itu, anak bapaknya.

"Di situ, ibu korban memaksa korban untuk menceritakan siapa yang menyetubuhinya. Dan akhirnya, korban pun mengaku bahwa yang berbuat itu adalah bapaknya sendiri," ungkapnya.

Dari pengakuan korban itu, mantan Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota mengatakan, ibu korban pun marah dan naik pitam.

Kata Riyanto, sang ibu tak percaya yang menghamili putrinya itu ternyata suaminya sendiri.

"Dari awal masa kehamilan itu, korban tak berani bercerita dan terbuka.

"Korban ketakutan dan ada tekanan dari bapaknya. Tapi, setelah melahirkan, korban akhirnya jujur ke ibunya," paparnya.

Disampaikan dia, ibu korban langsung membuat laporan ke polisi terkait kasus ayah hamili anak kandung.

Ia datang ke Polres pada Juni 2019 kemarin dan melaporkan kejadian pemerkosaan yang dialami anaknya itu.

"Kami langsung bergerak dan mencari bukti di lapangan. Setelah tersangka tahu, kasus ini dilaporkan ke polisi, yang bersangkutan menghilang.

"Nah, Senin kemarin, kami dapat informasi bahwa tersangka ada di Krucil, daerah pegunungan," tambahnya, Selasa (18/6/2019).

Ilustrasi
Ilustrasi (shutterstock)

Dari informasi itu, Riyanto mengaku langsung memburu tersangka.

Ia yang sempat kehilangan jejak karena tersangka sudah menghilang lebih dulu ini seolah tak ingin melewatkan informasi tersebut.

"Dan benar. Saat kami tangkap di sebuah rumah, tersangka ini sedang mempersiapkan barang-barangnya untuk dibawa pergi. Rencananya, tersangka mau ke Malaysia, ia mau melarikan diri," jelasnya.

Saat ini, kata dia, tersangka masih diinterogasi.

Ia menyebut, kasus ini masih dalam pengembangan.

Untuk sementara, tersangka akan dikenakan pasal 76D jo pasal 81 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

ILUSTRASI
ILUSTRASI (www.essentialbaby.com.au)

Menodai 2 Anak Gadisnya

Sementara itu, peristiwa serupa dilakukan Kak Phally (52) yang tega memperkosa dua anak gadisnya yang berusia 19 tahun dan 14 tahun.

Kini gadis berusia 19 tahun itu sedang hamil tujuh bulan.

Dikutip TribunWow dari Mirror, Selasa (28/5/2019), Kak Phally melakukan perbuatan keji itu di rumahnya di Kamboja.

Akhirnya polisi meringkus tersangka di rumah yang ditinggali bersama istri, tiga putra, dan dua putrinya.

Kini Kak Pally telah ditahan dan menunggu persidangan kasusnya.

Jika terbukti bersalah atas pemerkosaan dan kekerasan seksual, Kak Phally akan menghadapi hukuman 15 tahun penjara.

Kepala polisi, Kak Phally mengakui telah memerkosa dua anak gadisnya.

Juru bicara kepolisian, Mayor Nuon Chamroeun mengatakan Kak Phally melakukan pelecehan s3ksual terhadap putri sulungnya pada tahun 2014.

Saat itu putri sulungnya masih berusia 14 tahun.

Ilustrasi
Ilustrasi (Daily Mail)

Polisi menambahkan Kak Phally diduga melakukan perbuatan bejatnya saat tidak ada orang di rumah kecuali hanya putrinya itu.

Kak Phally mengancam agar putrinya tidak memberitahukan perbuatan jahat itu kepada orang lain.

“Setelah memerkosa, pelaku mengatakan kepada anaknya agar tidak memberi tahu ibunya atau siapa pun.”

“Pelaku mengancam akan membunuhnya jika si anak memberitahukannya,” kata Chamroeun.

Chamroeun menambahkan sang ayah juga memerkosa putri bungsunya pada Maret 2019.

Sama seperti yang dilakukan kepada putri sulungnya, pelaku juga mengancam putri bungsunya.

Ancaman ini yang membuat putri bungsunya tidak berani memberi tahu siapa pun.

Terbongkarnya kasus ini bermula saat istri Phally curiga karena putri sulungnya hamil.

Kemudian istri Phally menanyakan tentang apa yang terjadi.

Akhirnya remaja itu mau mengungkap apa yang dialaminya di rumah.

Geram dengan perbuatan suaminya, sang istri melapor ke polisi.

Menurut media setempat, saat polisi datang untuk menangkap Phally, putri bungsunya mulai bicara dan mengatakan bahwa ayahnya telah memperkosanya.

Kepada polisi, Phally mengakui perbuatannya.

Tapi, Phally juga menyalahkan istrinya yang menolak diajak melakukan hubungan intim dengannya.

Sampai sekarang investigasi atas kasus ini masih berlangsung.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved