Malang
Cara Melewati Jalan Tol Pandaan Malang Secara Gratis, Manfaatkan Sebelum Tarif Tol Ditetapkan
Simak cara melewati jalan tol Pandaan Malang secara gratis, perlu diketahui hal ini berlaku hingga kurun waktu yang belum bisa ditentukan.
Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.com - Simak cara melewati jalan tol Pandaan Malang secara gratis, perlu diketahui hal ini berlaku hingga kurun waktu yang belum bisa ditentukan.
Sebelumnya perlu SURYAMALANG informasikan, saat ini tol Pandaan Malang masih bisa digunakan secara gratis.
Meski demikian ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh calon pengguna tol Pandaan Malang.
Selama tarif tol digratiskan, para pengendara bisa leluasa melewati Tol Pandaan-Malang dengan bermodalkan kartu E-Toll.
Kartu E-Toll tersebut nantinya hanya ditempelkan di Gardu Tol Otomatis (GTO) untuk membuka palang pintu.
Pengguna jalan tol hanya dikenakan tarif di gerbang tol keluar untuk tarif jalan tol di luar seksi 1 hingga seksi 3 tol Pandaan- Malang.
Direktur Utama PT Jasamarga Pandaan Malang, Agus Purnomo memastikan tarif tol Pandaan - Malang masih gratis.
Belum diberlakukannya tarif jalan tol tersebut karena hingga kini masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR.
Dengan demikian, Tol Pandaan-Malang sepanjang 30 kilometer dari total 38,5 kilometer masih gratis hingga SK turun.
Jika nanti akan diberlakukan, Agus menerangkan, pihaknya mengusulkan tarif Tol Pandaan-Malang sebesar Rp 900 hingga Rp 1.000 per kilometer.
"Ada kelengkapan yang harus dipenuhi. Alasan belum turunnya tarif juga dikarenakan pada pengerjaan ada yang kurang, dan ada juga yang tambah. Nah ini masih diverifikasi," kata Agus dikonfirmasi, Selasa (18/6/2019).
Agus menambahkan, pihaknya tidak merasa rugi meski tarif tol masih gratis. Menurutnya, sembari menunggu SK turun adalah momentum yang tepat untuk promosi jalan tol kepada masyarakat luas.
"Tidak rugi. Ini juga sekaligus dalam rangka masih sosialisasi dan promosi. Jadi akan semakin banyak yang tahu. Kalau kemarin pemudik yang kami sasar dan sekarang masyarakat luas dan wisatawan," ucapnya.
Agus tak memungkiri, jika nanti tarif sudah diberlakukan, akan ada dinamika ritme jumlah pengguna jalan tol. Namun pihaknya percaya jalan tol akan menjadi sebuah alternatif bagi masyarakat yang ingin mobilisasi dengan cepat.
"Animo kepadatan pengguna tol setelah diterapkan tarif pasti ada dinamika. Pada dasarnya jalan tol itu alterantif, kalau pengendara butuh cepat, praktis, irit dan nyaman ya pilih jalan tol," tutur Agus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/tol-pandaan-malang-di-singosari.jpg)