Kabar Sumenep

Bor Tanah Cari Sumber Air Bersih Sedalam 42 Meter, Namun Yang Keluar Semburan Api di Sumenep

Warga Desa Manding Laok, Kecamatan Manding Sumenep Madura dikejutkan dengan semburan api dari lubang sumur bor yang baru saja digali.

TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Sumur bor milik Dina Mardiyanto di Desa Manding Laok, Kecamatan Manding Sumenep Madura yang mengeluarkan api. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

SURYAMALANG.COM, SUMENEP - Warga Desa Manding Laok, Kecamatan Manding Sumenep Madura dikejutkan dengan semburan api dari lubang sumur bor yang baru saja digali di depan halaman rumahnya.

Pantauan TribunMadura.com di lokasi sumur bor itu berjarak sekitar 4 meter dari Jalan Raya Manding, karena pemilik sumur tersebut memang berada di pinggir jalan sebelah timur.

Dina Mardiyanto, pemilik sumur yang merupakan salah satu anggota Kodim 0827/03 Manding, Sumenep menjelaskan, awalnya setelah kedalaman sumur bor yang digali untuk mencari air bersih sedalam 42 meter, tiba - tiba ada semburan api setinggi 5 meter dari lubang sumur.

"Itu diketahui tiba - tiba kemarin ( hari Jumat, 28/6/2019) sebelum solat Jumat, sekitar pukul 11.00 WIB ada semburan gas api dari lubang," kata Dina Mardiyanto saat ditemui di rumahnya. Sabtu (29/6/2019).

Semburan itu terjadi pada pengeboran hari ke lima katanya, dan juga menggali kedua kalinya setelah dibelakang rumahnya gagal.

"Awalnya kan ngebor di belakang rumah, tapi setelah dalamnya 42 meter ada batu besar yang tak bisa ditembus oleh bor dan akhirnya pindah kedepan rumah ini yang ternyata setelah dalamnya sama tiba tiba keluar semburan gas api ini," paparnya.

Peristiwa tersebut, kata dia, dilaporkan ke Makoramil Manding untuk diteruskan ke Makodim 0827 Sumenep.

“Setelah dilakukan pengecekan lokasi oleh Plh Danramil 0827/03 Manding dan Kanit intel Polsek Manding  semburan angin tersebut tidak berbau," paparnya.

Namun, setelah dilakukan percobaan menutup permukaan pipa bor dengan kantong plastik agar bisa menampung isi semburan.

"Setelah menggelembung, kantong plastik tersebut diikat, dan hasilnya dibawa ketempat terbuka dan di bakar, maka terjadilah kilatan api besar," tegasnya.

Akibat peristiwa tersebut, saat ini lokasi pengeboran itu dipasangi police line, sambil menunggu hasil koordinasi dan penelitian dari ESDA Pemkab Sumenep.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved