Kabar Jember

Dosen Universitas Jember dan Istri Tertabrak Kereta Api saat Penjaga Perlintasan Ambil Gaji

Askin (49), Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jember dan istrinya, Inggarwangi Nurcahyani (44). Keduanya mengendarai motor matic..

Dosen Universitas Jember dan Istri Tertabrak Kereta Api saat Penjaga Perlintasan Ambil Gaji
sri wahyunik
LOKASI KEJADIAN - Kereta api melintas di rel perlintasan sebidang Jl Mangga, Patrang, Jember. Palang lintu di perlintasan itu, satu bisa berfungsi dan satu tidak. Di perlintasan itu terjadi kecelakaan yang menyebabkan dua orang meninggal dunia: Askin (49), dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jember (Unej) bersama istrinya, Ny Inggarwangi Nurcahyani (44). 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Perlintasan kereta api sebidang di Jl Mangga Kecamatan Patrang, Jember termasuk dalam kelompok perlintasan sebidang tak terjaga. Perlintasan tersebut menolan korban jiwa setelah KA Tawangalun jurusan Banyuwangi - Malang menabrak sepeda motor, Selasa
(2/7/2019) pagi.

Seperti diberitakan SuryaMalang.com, dua orang meninggal dunia dalam peristiwa itu yakni Askin (49), Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jember dan istrinya, Inggarwangi Nurcahyani (44). Keduanya mengendarai sepeda motor matic bernomor polisi P-6901-QK.

Manajer Humas PT KAI Daerah Operasional 9 Jember Luqman Arif mengatakan perlintasan sebidang Jl Mangga termasuk dalam perlintasan tak terjaga. Artinya perlintasan itu tidak dikelola secara resmi oleh
PT KAI.

"Namun berdasarkan UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, kewenangan untuk mengamankan perlintasan sebidang tersebut (seperti perlintasan Jl Mangga) di pemerintah daerah, tergantung kelas jalan yang melintas rel KA," ujar Luqman kepada SuryaMalang.com.

Meski termasuk dalam kategori perlintasan tak terjaga, bukan berarti perlintasan sebidang di Jl Mangga yang menelan korban jiwa tidak berpalang pintu juga tidak berpenjaga. Perlintasan itu dijaga secara
swadaya oleh masyarakat setempat, bukan dari petugas PT KAI.

Palang pintu, dan peralatan di pos penjagaan juga bukan dari PT KAI melainkan dari Pemkab Jember.

Dari pantauan SuryaMalang.com di perlintasan itu, dua palang pintu terpasang di sisi kanan dan kiri rel kereta api. Sebuah pos juga berdiri untuk tempat penjagaan. Di dalam pos, ada peralatan penggerak untuk membuka dan menutup palang pintu, serta membunyikan sirine.

Sirine di perlintasan sebidang itu berfungsi. Namun tidak dengan salah satu palang pintu. Hanya satu palang pintu, yakni di sisi timur rel yang bisa berfungsi naik dan turun. Sedangkan palang pintu yang berada di sisi barat rel kereta api tidak berfungsi.

Saat Surya mendatangi perlintasan itu, ada Suparman (60) yang berjaga di tempat itu. Dia adalah penjaga yang dipekerjakan oleh warga lingkungan setempat. Dalam sejumlah perlintasan sebidang seperti di Jl Mangga, memang penjaga dipekerjakan secara swadaya oleh lingkungan setempat.

Suparman menceritakan, peralatan dan palang pintu di perlintasan tersebut merupakan bantuan dari Pemkab Jember. "Sekitar enam tahunan ada pos dan palang pintu di perlintasan ini. Sebelumnya ya tidak ada. Peralatan dan pos ini bantuan dari Pemda sini. Saya bekerja di sini sejak ada pos ini," kata Suparman.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved