Malang Raya

Malang Creative Fusion Ajak Start Up Bangun Kota Malang untuk Percepatan Smart City

Ketua Malang Creative Fusion, Vicky Arief Herinadharma mengajak seluruh start up yang ada di Kota Malang untuk membangun smart city.

suryamalang.com/Adrianus Adi
Wali Kota Malang, Sutiaji saat bertemu dengan komunitas kreatif kota Malang yang tergabung dalam Malang Creative Fusion (MCF) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Ketua Malang Creative Fusion, Vicky Arief Herinadharma mengajak seluruh start up yang ada di Kota Malang untuk membangun smart city.

Hal ini seiring dengan program Pemerintah Kota Malang yang ingin menjadikan Kota Malang sebagai Smart City.

"Kami yakin, Kota Malang mampu menuju ke sana (smart city). Apalagi Kota Malang juga telah resmi didapuk menjadi Kota Kreatif di Indonesia," ucapnya kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (2/6/2019).

Dari tahun ke tahun, kata dia, pertumbuhan start up di Kota Malang mulai mengalami peningkatan pesat.

Dari data yang dihimpun, pertumbuhan jumlah studio melonjak pesat seiring dengan adanya kontribusi dari perguruan tinggi.

"Jurusan Multimedia dan IT telah banyak melahirkan start up-start up baru. Dari situlah pendorong kekuatan Kota Malang melalui SDM-nya," terangnya.

Untuk itu, melalui sub sektor aplikasi dan games inilah akan menjadi tindak lanjut kolaborasi antara para komunitas start up dengan Pemkot Malang.

"Kami berharap, kolaborasi itu bisa terealisasikan demi smart city," ucapnya.

Tak hanya itu, Vicky mengungkapkan, jika para start up di Kota Malang telah banyak bekerja di luar negeri maupun di luar daerah.

Diarenakan jasa mereka di Kota Malang tidak banyak di apresiasi dan secara konsumsi itu sangatlah lemah.

"Sekarang Malang itu lebih banyak yang servis, karena SDM tenaganya banyak dipakai untuk luar malang maupun luar negeri," terangnya.

Untuk itu pihaknya masih menunggu apresiasi dari pemerintah setelah pada beberapa hari yang lalu telah memberikan empat buah aplikasi CSR kepada Pemkot Malang.

Aplikasi itu diberikan agar Pemkot Malang bisa melihat kekurangan dan kemampuan para teman-teman start up.

"Biar pemerintah ini tahu karya dari teman-teman start up, kami ingin Pemkot Malang bisa memakai jasa temen start up dari kotanya sendiri. Kalau seperti ini nanti akan singkron dengan program-program lain yang berkelanjutan," ujarnya.

Kata Vicky, program ke depan yang kini sedang digarap oleh teman-teman start up di Kota Malang ialah aplikasi sambat online.

Meski aplikasi ini sudah ada, kata Vicky aplikasi ini perlu dilakukan pembaruan lagi.

Dikarenakan komunikasinya masih satu arah dan bukan dua arah.

"Biar masyarakat itu tahu aduannya dari mana, kemudian diproses sampai sejauh mana dan masyarakat bisa monitoring. Termasuk monitoring proyek pembangunan, misalnya gedung Malang Creative Center yang habis Rp 180 miliar itu. Kira-kira menyerap anggaran berapa, karena transparansi itu penting dan itulah fungsi dari sebuah sistem," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved