Malang Raya

Pendiri Malang Corruption Watch Daftar Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Lembaga penegak hukum yang selalu ribut dan berebut tugas dinilainya membuat kinerja pemberantasan korupsi kurang efektif.

Pendiri Malang Corruption Watch Daftar Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Benni Indo
Pegiat antikorupsi asal Kota Malang, Luthfi J Kurniawan, mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Pegiat antikorupsi asal Kota Malang, Luthfi J Kurniawan, mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pendiri Malang Corruption Watch (MCW) itu  menjelaskan, persyaratan pendaftaran dirinya sebagai Capim KPK telah dikirim melalui e-mail pada Rabu (3/7/2019) pagi.

"Tadi pagi sudah saya kirim lewat email," kata Lutfi.

Diterangkan dia, beberapa dokumen yang dikirim berupa KTP, NPWP, surat lamaran, CV, surat pernyataan kesediaan mengundurkan diri dari pekerjaan lama, bukan lengurus partai politik, 15 tahun di bidang hukum, ekonomi, keuangan perbankan, SKCK, serta surat keterangan sehat.

Lutfi menjelaskan konsepnya terkait pemberantasan korupsi di Indonesia. Menurutnya, perlu ada perubahan pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Berkaitan dengan masa depan bangsa yang selalu dililit oleh praktik korupsi, perlu ada perubahan metode di pemberantasan. Selama ini lebih banyak penindakan dengan pendekatan teknis hukum semacam tertangkap tangan.  Saya pikir ke depan tidak bisa begitu terus," ungkapnya.

Kata Lutfi, perlu ada pendekatan kebudayaan. Menurut Lutfi, perilaku korupsi merupakan habit atau kebiasaan.

Meskipun para koruptor telah divonis oleh pengadilan, dan menjalani masa tahanan, bagi Lutfi hal itu belum menjamin akan menghilangkan perilaku korup. Oleh sebab itu, perlu ada pendekatan kebudayaan untuk mengubah perilaku.

"Tidak ada jaminan tidak melakukan tindak kejahatan kembali selama perilaku tidak diubah. Oleh karena itu konsep pencegahan itu penting," tegasnya.

Bagi Lutfi, pencegahaan dan pendekatan menjadi prioritas. Selain itu, Lutfi membawa konsep harmonisasi lembaga penegak hukum.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved