Kabar Tuban

Diduga Sakit Depresi Kambuh, Seorang Kakek di Tuban Mengakhiri Hidupnya Dengan Gantung Diri

Setelah Sholat Subuh, keluarga mencari di sekitar rumah karena korban tak kunjung pulang. Hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tergantung.

Diduga Sakit Depresi Kambuh, Seorang Kakek di Tuban Mengakhiri Hidupnya Dengan Gantung Diri
shutterstock
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, TUBAN - Sugeng (65) warga Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Rabu (10/7/2019) ditemukan tewas gantung diri. Sugeng mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di gubuk milik anaknya, Suwarno.

Dalam laporan Kepolisian disebutkan, korban Selasa malam hari pamit keluar tanpa memberitahu tujuannya kepada keluarga.

Setelah Sholat Subuh, keluarga mencari di sekitar rumah karena korban tak kunjung pulang. Hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tergantung di sebuah gubuk milik anaknya, yang berjarak 100 meter dari rumahnya.

"Korban ditemukan tewas menggantung," Kata Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Mustijat Priyambodo.

Dia menjelaskan, dari keterangan yang diperoleh baik dari pihak keluarga dan beberapa tetangganya, korban disebut memiliki gangguan kejiwaan. Penyakit gangguan jiwa tersebut diderita korban  sudah cukup lama. 

Hal tersebut dibuktikan korban sering keluar rumah tanpa tujuan dan kalau ditanya keluarga atau tetangganya, menjawab ingin mati atau ingin gantung diri.

"Berdasarkan keterangan dari keluarga dan tetangga, korban mengidap penyakit yang seolah membuatnya Depresi," Pungkasnya.

Dari kejadian tersebut, petugas mengamankan tali tampar yang digunakan untuk gantung diri, serta pakaian yang digunakan korban.

Hasil pemeriksaan medis, tidak diketemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi.

Penulis: Mochamad Sudarsono
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved