Kota Batu
Rawan Konflik Kepentingan, Pengurus Carataker Ansor Jatim Diharap Tak Daftar Calon Ketua
Pencalonan caretaker sebagai kandidat Ketua Ansor Jatim berpotensi menimbulkan konflik. Apalagi, saat ini kepengurusan masih menyisakan permasalahan
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: yuli
Pencalonan caretaker sebagai kandidat Ketua Ansor Jatim berpotensi menimbulkan konflik. Apalagi, saat ini kepengurusan masih menyisakan permasalahan terkait Surat Keputusan (SK) Kepengurusan PC dan PAC.
SURYAMALANG.COM - Sejumlah Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Jawa Timur mendesak agar pengurus caretaker tak mencalonkan diri sebagai Ketua Pengurus Wilayah (PW) pada Konferensi Wilayah (Konferwil) Ansor Jawa Timur akhir Juli mendatang.
Sebab, pencalonan dari unsur caretaker dinilai syarat konflik kepentingan.
Usulan ini di antaranya datang dari Ketua PC Ansor Kota Batu, Ja'far Shodiq. Menurutnya, caretaker dapat mengatur figur yang mengisi PC dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) sebagai pemilik suara di Konferwil Ansor mendatang.
Sebab, Caretaker dapat menentukan akreditasi masing-masing PC atau PAC. Untuk diketahui, dalam mekanisme di Ansor, akreditasi menentukan jumlah suara pada konferwil. "Kalau A setara dengan 2 suara dan B dapat memberikan satu suara,” kata Ja’far ketika dikonfirmasi di Suarabaya, Sabtu (13/7/2019).
Sehingga, carateker akan berpeluang untuk merebut PC yang memiliki akreditasi A karena cenderung tahu lebih dahulu. ”Selain itu, carateker juga berpotensi memberikan nilai A bagi PC atau PAC yang mendukungnya. Ini yang tidak fair dan berpotensi conflict of interest," tegas Ja'far.
Ja'far mengaku saat ini proses akreditasi sedang berlangsung. Oleh karenanya, Ja'far menilai apabila ada seorang carateker yang berniat untuk maju dalam konferwil, seharusnya menolak untuk penunjukkan sebagai caretaker.
Hal ini bertujuan untuk menjaga netralitas dalam proses suksesnya konferwil. "Tidak elok kalau caretaker maju mencalonkan diri. Semestinya sejak awal ketika ditunjuk menjadi pengurus caretaker menolaknya karena ada niat maju," tuturnya.
Hal senada dengan Ketua PC GP Ansor Jember, Ayub Junaidi. Pencalonan caretaker sebagai kandidat Ketua Ansor Jatim berpotensi menimbulkan konflik. Apalagi, saat ini kepengurusan masih menyisakan permasalahan terkait Surat Keputusan (SK) Kepengurusan PC dan PAC.
Ayub khawatir SK PC dan PAC yang terakreditasi tidak mencapai 200 pimpinan sehingga tidak kuorum. Mengingat total suara PC dan PAC ada 400 lebih. ”Saya kawatir PC dan PAC yang terakdritasi hanya mencapai 100 an saja,” katanya.
Sementara mantan sekretaris PW Ansor Jatim, Ahmad Tamim menjelaskan bahwa, pra konferwil digelar pra konferwil di Ponpes Bumi sholawat Sidoarjo pada 21 Juli 2019 mendatang. Pelaksanaan konferwil digelar 28 Juli digelar konferwil di Ponpes Sabilurrosyad Malang.
Tamim meminta pelaksanaan konferwil menaati aturan yang ada seperti halnya kepesertaan harus legal. "Pada tanggal 14 Juli nanti akan diumumkan kepesertaan konferwil baik dari PC maupun PAC. Inilah kepesertaannya," paparnya.
Tamim menegaskan, Pengurus caretaker tidak berhak mengeluarkan SK baik rekomendasi untuk cabang, maupun anak cabang. Dia juga berharap tidak ada pengaturan SK, demi kepentingan tertentu.
"Jadi tanggal 14 besok kepesertaan yang disahkan caretaker itu adalah kepersetaan yang sah. Kecuali mengajukan sebelum ada karteker," paparnya.
Pasca pengumunan peserta, panitia akan membuka pendaftaran bagi calon ketua Ansor. Kabarnya ada tiga calon ketua yang maju yakni Syafiq Syauqi (Ketua PC Ansor Tuban), Abid Umar Faruq (mantan Ketua PW Ansor Jatim), dan Ahmad Ghufron Siradj (Ketua PC Ansor Sumenep).
Selain itu, saat ini Ketua caretaker Ansor Jatim ditempati oleh Abdul Hakam Aqso, dan Sekretarisnya yaitu Mujiburrohman. Untuk anggota caretaker diduduki oleh Abid Umar Faruq, Sholahul Aam Notobuwono, dan Mochmad Nur Arifin.