Kabar Trenggalek

Jaksa Trenggalek Tetapkan Mantan Bos Media di Surabaya sebagai Tersangka Korupsi

Jaksa Trenggalek menetapkan Direktur Utama PT Bangkit Grafika Sejahtera (BGS) Tatang Istiawan Witjaksono sebagai tersangka kasus korupsi

Jaksa Trenggalek Tetapkan Mantan Bos Media di Surabaya sebagai Tersangka Korupsi
Aflahul Abidin
Tersangka kasus korupsi penyimpangan penyertaan modal dalam usaha percetakan pada Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU), Tatang Istiawan Witjaksono. 

PT BGS dibentuk pada 2008 dengan modal dasar Rp 8,9 miliar. Sebagai pemilik saham sekitar 20 persen,  menyetTatang harusnya setor Rp 1,7 miliar. Namun, kata Lulus, uang tersebut tak pernah disetor ke PT BGS.

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK -Kejaksaan Negeri Kabupaten Trenggalek menetapkan Direktur Utama PT Bangkit Grafika Sejahtera (BGS) Tatang Istiawan Witjaksono sebagai tersangka kasus korupsi penyimpangan penyertaan modal dalam usaha percetakan pada Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU).

Selain dulunya menjabat sebagai Direktur Utama PT BGS, Tatang juga mantan bos sebuah media.

Perusahaan media itu, bersama PDAU Kabupaten Trenggalek membentuk perusahaan percetakan PT BGS di Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek.

Tatang diperiksa sebagai tersangka selama delapan jam di Kantor Kejari Trenggalek hingga sekitar pukul 19.30 WIB, Kamis (18/7/2019). Setelah itu, Tatang dibawa ke klinik untuk menjalani cek kesehatan.

"Apabila cek kesehatan memungkinkan untuk ditahan, dia kami tahan. Jika tidak, apa boleh buat, kami jadikan tahanan kota," kata Kejari Kabupaten Trenggalek Lulus Mustofa.

PT BGS dibentuk pada 2008 dengan modal dasar Rp 8,9 miliar. Sebagai pemilik saham sekitar 20 persen, Tatang harusnya menyetor Rp 1,7 miliar. Namun, kata Lulus, uang tersebut tak pernah disetor ke PT BGS.

Sementara PDAU telah menyetorkan dana Rp 7,1 miliar ke PT BGS. Lulus melanjutkan, Rp 5,9 dari dana itu ditransfer ke Tatang untuk membeli mesin cetak.

"Mesin cetak yang dibeli dalam keadaan rusak," tambah dia.

Lulus melanjutkan, Pemkab Trenggalek menganggarkan Rp 1 miliar untuk biaya operasional PT BGS pada 2009. Sebagian dari uang itu menjadi temuan auditor.

"Total kerugian negara dari kasus ini sebesar Rp 7,3 miliar," ungkapnya.

Sebelumnya, Bupati Trenggalek periode 2005-2010, Soeharto, dijadikan tersangka untuk kasus yang sama pada 14 Mei 2019.

Ia diduga menyetujui pembentukan perusahaan percetakan PT PGS atas permintaan Tatang.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved