Kota Batu

Kumpulan Info Penting Soal Kebakaran Gunung Panderman, Alotnya Upaya Pemadaman Hingga Nasib Pendaki

Kumpulan Info Penting Soal Kebakaran Gunung Panderman di Kota Batu, Alotnya Upaya Pemadaman Hingga Nasib Pendaki

Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Titik api dan kepulan asap di atas Gunung Panderman terlihat dari Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Senin (22/7/2019). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Pada Senin (22/7/2019) siang hingga sore, api yang membakar sejumlah bagian di Gunung Panderman, Kota Batu, masih menyala.

Ada beberapa hal yang membuat upaya pemadaman si jago merah berjalan alot.

Hal ini, salah satunya adalah dipengaruhi oleh kondisi medan yang curam membuat tim pemadam kebakaran kesulitan mengendalikan kebakaran tersebut.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Achmad Choirur Rochim mengatakan, titik api yang masih terus menjalar berada di petak 227 atau kawasan Curah Banteng dan Parang Putih.

Gunung Panderman di Kota Batu terbakar, Senin (22/7/2019).
Gunung Panderman di Kota Batu terbakar, Senin (22/7/2019). (Kompas.com/Andi Hartik)

Kemiringan tebing di lokasi itu melebihi 60 derajat, sehingga membahayakan bagi petugas.

"Kemiringan di atas 60 derajat. Kalau dijangkau pun akan membahayakan petugas," kata Achmad di pos pantau Megastar, Senin.

Meski demikian, petugas memastikan api di kawasan puncak sudah padam.

Petugas hanya memantau supaya tidak ada percikan api lanjutan.

Sementara itu, Rochim mengatakan, terhitung sampai Senin, pada pukul 14.00 WIB, perkiraan lahan yang sudah terbakar mencapai 60 hektare.

"Sekitar 60 hektar yang terbakar," kata Achmad.

Hingga saat ini belum ada kepastian terkait penyebab terjadinya kebakaran hutan itu.

Dugaan sementara, kebakaran itu disebabkan oleh faktor alam.

Sebab, ada sejumlah titik api yang muncul bersamaan.

"Dugaan awal faktor alam, karena memang titik awal yang terbakar di lereng yang sulit terjangkau oleh manusia. Juga ada tiga titik api yang bersamaan," kata Achmad.

Titik api dan kepulan asap di atas Gunung Panderman terlihat jelas dari Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Senin (22/7/2019). Kebakaran hutan Gunung Panderman yang terjadi pada Minggu (21/7/2019) belum padam dan semakin meluas.
Titik api dan kepulan asap di atas Gunung Panderman terlihat jelas dari Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Senin (22/7/2019). Kebakaran hutan Gunung Panderman yang terjadi pada Minggu (21/7/2019) belum padam dan semakin meluas. (SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo)

Kepala Administrasi Perhutani KPH Malang Hengki Herwanto juga mengungkapkan hal yang sama.

Penyebab kebakaran diduga karena faktor alam.

"Faktor alam. Karena penebaran dalam waktu bersamaan," kata Hengki. Hutan di Gunung Panderman, Kota Batu, Jawa Timur terbakar sejak kemarin, Minggu (21/7/2019).

Api pertama kali terpantau sekitar pukul 19.45 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Seluruh pendaki berhasil turun dengan selamat.

Terdapat sekitar 200 personel gabungan yang dikerahkan untuk memadamkan kebakaran tersebut.

Titik api dan kepulan asap di atas Gunung Panderman terlihat dari Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Senin (22/7/2019).
Titik api dan kepulan asap di atas Gunung Panderman terlihat dari Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Senin (22/7/2019). (SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo)

Berikut fakta Gunung Panderman terbakar

1. Petugas data pendaki

Hutan di lereng Gunung Panderman, Kota Batu, terbakar pada Minggu (21/7/2019) malam.

"Untuk saat ini TRC PB BPBD sedang melakukan pendataan pendaki Gunung Panderman di lokasi pos pantau Gunung Panderman serta melakukan kaji cepat dan koordinasi penanganan darurat," kata Kepala Seksi Penanggulanan Bencana Pusdalops pada BPBD Kota Batu Abdul Rochim, Minggu malam.

Menurut Rochim, titik api mulai terlihat pada pukul 19.45 WIB. Api terus membesar membakar hutan lereng Gunung Panderman.

2. Belum diketahui luas area terbakar

Personil BPBD Kota Batu, pihak Perhutani, TNI-Polri, LMDH serta sejumlah ormas dan relawan sedang melakukan koordinasi untuk melakukan pemadaman.

"Semua masih bergerak menuju lokasi titik kumpul di Toyomerto, Desa Pesanggrahan. Nantinya setiba di lokasi titik kumpul akan dilakukan koordinasi dan kaji cepat untuk menentukan rencana operasi pemadaman," kata Rochim.

Hingga saat ini belum diketahui luasan area yang sudah terbakar. Belum diketahui juga kondisi pendaki yang sedang berada di gunung tersebut.

"Untuk informasi selanjutnya akan kami update setelah ada informasi selanjutnya dari tim kami di lokasi," kata Rochim.

3. Tidak ada pendaki terjebak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu memastikan tidak ada pendaki yang terjebak akibat kebakaran yang melanda hutan lereng Gunung Panderman di Kota Batu, Minggu (21/7/2019).

Dua pendaki terakhir gunung tersebut berhasil turun dengan selamat.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim mengatakan, dua pendaki terakhir yang berhasil turun adalah M Adnan Fanani dan Firgiawan Listanto.

"Saat ini dua orang pendaki terakhir atas nama M Adnan Fanani dan Firgiawan Listanto yang berasal Kabupaten Mojokerto sudah turun dan berada di pos pantau Gunung Panderman," ujar Rochim melalui keterangan tertulis, Minggu malam.

4. Tim mengutamakan pemadaman di area hutan produksi

Rochim menjelaskan, titik api berada di petak 227. Tim gabungan terus memantau pergerakan api dan mengantisipasi agar tidak menjalar ke permukiman.

"Penanganan malam ini dilakukan pemantauan dan antisipasi api agar tidak sampai ke perumahan warga," katanya.

Proses pemadaman akan dimulai pada Senin (22/7/2019) pagi.

Tim akan mengutamakan pemadaman di area hutan produksi untuk menghindari hasil getah pinus yang mudah terbakar.

Tim juga akan membuat sekat pembatas agar api tidak meluas.

5. Aktivitas pendakian ditutup

Aktivitas pendakian menuju puncak gunung setinggi 2.045 meter dari permukaan laut (mdpl) itu untuk sementara ditutup.

Pendakian akan kembali dibuka setelah api berhasil dipadamkan dan kondisi jalur dipastikan aman.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved