Kabar Trenggalek

Meski Jumlah Minim, Kasus Kekerasan Fisik Terhadap Anak Masih Membayangi Kabupaten Trenggalek

Data Dinsos Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Trenggalek menunjukkan, ada sembilan kasus yang tertangani selama 6 bulan.

Meski Jumlah Minim, Kasus Kekerasan Fisik Terhadap Anak Masih Membayangi Kabupaten Trenggalek
Google
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK – Kekerasan fisik terhadap anak di Kabupaten Trenggalek cenderung meningkat. Data Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Trenggalek menunjukkan, ada sembilan kasus yang tertangani selama enam bulan terakhir.

Jumlah itu lebih banyak dibanding kasus serupa sepanjang 2018, yakni lima kasus. “Itu data yang kami himpun dan dilaporkan ke kami. Bukan berarti dari data itu, jumlah kekerasan fisik terhadap anak di Trenggalek hanya sekian,” kata Sekretaris Dinsos P3A Trenggalek, Hasnawati, Selasa (23/7/2019).

Sembilan anak itu merupakan korban kekerasan yang dilakukan oleh sesama anak dan orang dewasa. Sementara itu, ada dua anak yang berhadapan dengan hukum dalam enam bulan terakhir.

Total keseluruhan, 38 kasus tercatat untuk kasus kekerasan berbagai jenis yang berkaitan dengan anak dalam rentang yang sama. Sementara pada 2018, jumlah total mencapai 86 kasus.

Menurut Hasnawati, kasus terbanyak sebenarnya untuk jenis penelantaran, yakni 15 kasus pada tahun ini. Namun, sebagaian besar tentang pemenuhan hak sipil yang tak terpenuhi. Setiap tahun, jumlah kasus ini selalu mendominasi.

“Untuk kasus ini, kami membuat acara nikah masal agar pernikahan orang tua mereka tercatat sehingga hak anak terpenuhi,” ungkapnya.

Dari data yang sama, kasus lain yang sering dihadapi anak adalah persetubuhan dan pencabulan. Total, tujuh kasus selama enam bulan.

Dinsos berharap orang tua bisa berperan besar terhadap berkurangnya kasus yang melibatkan anak di Trenggalek. Untuk mendukung itu, Dinsos memanfaatkan 157 rumah perlindungan perempuan dan anak yang tersebar di seluruh desa.

“Ini berfungsi sebagai media konsultasi dan penyuluhan sehingga penanganan kasus bisa dilakukan mulai dari tingkat desa dan kelurahan,” tutur dia.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved