Kamis, 30 April 2026

Kabar Jombang

Mulai dari Jombang, Pos Indonesia Kini Layani Jasa Cash on Delivery (COD) Lewat Aplikasi

Inovasi tersebut berupa layanan ‘Cash on Delivery Customer to Customer Pos’ (COD C2C Pos). Launching dilakukan di Kantor Pos Jombang.

Tayang:
Penulis: Sutono | Editor: yuli
Sutono
Kepala Kantor Pos Regional 7 Jatim Arifin Muchlis (pegang bendera start) saat melakukan pemberangkatan para kurir, sebagai tanda launching COD C2C Pos.(sutono) 

Jumlah transaksi melalui medsos jauh lebih tinggi ketimbang di marketplace. Inovasi layanan COD menyasar transaksi jual beli barang di luar marketplace yang sudah ada, atau transaksi customer to customer.

SURYAMALANG.COM, JOMBANG - PT Pos Indonesia meluncurkan satu lagi inovasi pelayanan di tengah maraknya era e-commerce, khususnya belanja daring (dalam jaringan) atau online ritel.

Inovasi tersebut berupa layanan ‘Cash on Delivery Customer to Customer Pos’ (COD C2C Pos). Launching dilakukan di Kantor Pos Jombang, Jalan Wahid Hasyim, Jumat (26/7/2019).

Inovasi ini dibuat untuk menggarap jasa kurir sekaligus transaksi keuangan dalam jual beli barang di luar ‘marketplace’.

Selain dihadiri sejumlah Kepala Kantor Pos, juga diikuti para pelaku UMKM di Jombang binaan Kantor Pos setempat.

Launching COD C2C Pos ditandai dengan pemberangkatan para kurir oleh Kepala Kantor Pos Regional 7 Jatim, Arifin Muchlis.

"Ini upaya kami untuk terus berinovasi di tengah kompetisi yang semakin ketat. Pertumbuhan teknologi informasi juga semakin tinggi. PT Pos meningkatkan pelayanan, sekarang ini dengan inovasi COD," kata Arifin. 

Ia menjelaskan, inovasi layanan COD menyasar transaksi jual beli barang di luar marketplace yang sudah ada, atau transaksi customer to customer.

Yaitu penjualan barang yang dilakukan melalui media sosial. Menurut dia, jumlah transaksi melalui medsos jauh lebih tinggi ketimbang di marketplace.

Dalam periode Februari-Mei 2019, kata Arifin, transaksi kiriman daring ritel di Jatim tumbuh 233 persen. Permintaan metode pembayaran COD juga terus meningkat.

Namun, COD secara manual dianggap tidak lagi memadai untuk mengendalikan jumlah kiriman yang mencapai 6,4 juta transaksi selama semester pertama 2019.

Oleh sebab itu, untuk menerapkan layanan COD, Kantor Pos menggandeng para pelaku UMKM. Seperti yang sudah dilakukan di Kabupaten Jombang.

Sejauh ini Kantor Pos Jombang telah membina sekitar 1.300 pelaku usaha mikro di Kota Santri agar menggunakan layanan COD.

Mengapa dimulai dari Jombang?

Menurut Arifin, karena dia melihat industri kreatif atau UMKM muncul di daerah-daerah rural, contohnya di Jombang

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved