Kabar Surabaya
Granat Jatim: Usut Tuntas Oknum Polisi Diduga Terlibat Sindikat 50 Kg Narkoba di Madura
Arie Soeripan Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Jatim menuntut pengusutan tuntas terkait dugaan oknum anggota Polisi yang terlibat sind
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: yuli
Berkomitmen bersama stakeholder sama-sama memberantas peredaran narkoba di Jawa Timur.
Kami mewakili organisasi Granat dengan tegas menyatakan Siapa saja yang terlibat di dalam peredaran dan sindikat narkoba harus ditindak tegas tidak pandang bulu.
Bayangkan itu sabu-sabu dari Malaysia diposkan di daerah Madura lalu diedarkan di Indonesia bayangkan.
Berapa sudah korban, mereka tidak memikirkan masa depan anak bangsa akan tetapi dia hanya memikirkan untuk dirinya sendiri dan iya sudah berlangsung lama.
Semuanya tahu bahwa di Madura ini terkenal sebagai daerah maupun wilayah yang religius sekali banyak Pondok di sana, banyak santri di sana, banyak tokoh, ulama, Ustadz Kyai, Ibu Nyai. Tapi sungguh sangat ironis sekali kenapa peredaran narkoba semakin marak. Ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi organidasi granat ini tamparan.
Disana disebut juga sebagai seorang peredaran narkoba di Jawa Timur karena mungkin di sana wilayahnya laut dan rawa-rawa yang susah diakses atau dijangkau.
Kami pernah diundang di sana sosialisasi tentang peredaran narkoba bahwa disana narkoba itu bukan hal yang baru.
Mereka takut untuk melaporkannya, takut dibunuh, jadi mereka diam selama tidak mengganggu mereka.
Dan konyolnya disana bandarnya berlagak itu seperti Robinhood. Jadi di sana ada bandar narkoba yang mendapatkan uang yang tidak halal tapi itu dipergunakan untuk membantu masyarakat di sekitarnya ndak mampu jadi dia sudah dibantu para bandar ini.
Mereka diam karena tidak diganggu makanya dibantu dan kenyataannya seperti itu mengingat mohon maaf kebanyakan karena kurang mampu. Ironis sekali dan miris sekali ya.