Malang Raya

Selama 6 Bulan Terakhir, Ada 21 Laporan Kasus Kekerasan pada Anak di Kota Malang

#MALANG - Sepanjang 2017, tercatat ada 71 kasus kekerasan pada anak. Rata-rata kasus masih didominasi pada kehidupan rumah tangga.

Penulis: Benni Indo | Editor: yuli
benni indo
Wali Kota Malang Sutiaji saat menghadiri acara Temu Anak 2019 Kegiatan Fasilitasi Forum Anak Kota Malang di Hotel Sahid Montana, Rabu (31/7/2019). 

Sepanjang 2017, tercatat ada 71 kasus kekerasan pada anak. Rata-rata kasus masih didominasi pada kehidupan rumah tangga.

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Angka kekerasan pada anak di Kota Malang meningkat. Selama enam bulan terakhir, sebanyak 21 kasus yang dilaporkan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Malang, Penny Indriani menyampaikan, angka itu mengalami peningkatan sekitar tiga persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Dikatakan Penny, kenaikan ini dikarenakan kesadaran masyarakat untuk melapor semakin tinggi.

"Ada peningkatan karena masyarakat sudah semakin berani membuat laporan," katanya pada wartawan, Rabu (31/7/2019).

Dari hasil laporan yang diterima, kekerasan pada anak kebanyakan dilakukan oleh orangtua sendiri. Rata-rata mengalami kekerasan fisik maupun psikis. Terlebih pada orangtua yang baru saja mengalami perceraian.

"Kebanyakan anak-anak jadi rebutan, dan itu memberi dampak sangat signifikan pada anak-anak," imbuhnya.

Saat menemui kasus seperti itu, pihaknya melakukan pendampingan kepada anak-anak. Petugas dan psikolog yang dimiliki DP3AP2KB akan memberi pendampingan selama proses pemulihan hingga anak-anak kembali pulih.

"Selain orangtua, juga ditemukan kekerasan pada anak oleh guru," imbuhnya.

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Sepanjang 2017, tercatat ada 71 kasus kekerasan pada anak. Rata-rata kasus masih didominasi pada kehidupan rumah tangga. Sosialisasi untuk terus memberikan pendampingan kepada anak-anak agar memperoleh haknya terus dilakukan.

"Kami mengimbau agar orangtua selalu mendampingi anak-anak saat keluar, terutama malam hari," pungkasnya.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, anak perlu diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. Pernyataan tersebut disampaikan Sutiaji saat memberikan pengarahan pada acara Temu Anak 2019 Kegiatan Fasilitasi Forum Anak Kota Malang di Hotel Sahid Montana, Rabu (31/7/2019).

Menurut Sutiaji, perlindungan terhadap hak-hak anak harus menjadi perhatian bersama, apalagi melihat realitas masih ditemukannya tindak kekerasan dan eksploitasi anak secara tidak wajar. Ironisnya, kekerasan dan eksploitasi tersebut tidak jarang dilakukan oleh orang tua dan keluarganya sendiri.

“Inilah yang membuat kita prihatin. Oleh karenanya, perlu dilakukan berbagai pendekatan, baik agama, sosial maupun budaya, agar hal-hal negatif tersebut dapat terhindar dari dirinya" ujar Sutiaji.

Lebih lanjut, Sutiaji mengatakan bahwa salah satunya yang di nilai sangat positif adalah dengan memberikan ruang secara terbuka agar mereka bisa bebas beraktivitas sesuai dengan usia, talenta dan potensi yang dimilikinya, sehingga mereka dapat tumbuh kembang sebagaimana yang diharapkan.

"Anak-anak juga harus diberikan kesempatan dan sarana untuk dapat berinovasi serta memiliki keberanian dalam mengemukakan pendapatnya" tambahnya.  
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved