Kota Batu

Kronologi Pemadaman Kebakaran Gunung Arjuna Menggunakan Helikopter Mi-8

Berikut ini merupakan kronologi Proses Pemadaman Bara Api di Gunung Arjuna Menggunakan Helikopter

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.com/Hayu Yudha
Helikopter Mi-8 milik BNPB membawa air dari Bendungan Selorejo akan dijatuhkan pada titik api kebakaran hutan Gunung Arjuno difoto dari Kota Batu, Sabtu (3/8/2019). Pemadaman udara memakai teknik water boombing ini dilakukan karena sebagian area yang terbakar sulit dijangkau pemadaman manual 

SURYAMALANG.com, Malang - Berikut ini merupakan kronologi Proses Pemadaman Bara Api di Gunung Arjuna Menggunakan Helikopter

Sekitar pukul 09.30 WIB Sabtu (3/8) helikopter Mi-8 berangkat dari Bandara Abd Rachman Saleh menuju bendungan Selorejo Kecamatan Ngantang, untuk mengambil air.

- Sebelumnya sudah dikondisikan di area Bendungan Selorejo agar steril dari warga.

- Helikopter tersebut merupakan bantuan dari pihak ketiga yang dikemudikan oleh pilot asal Rusia. Adapun kru helikopter tersebut adalah Andrei Kuvaldin PIC, Semyon Zhigalkin Copil, Oleg Mostovich FE, Ivan Dobrikov Engineers, Dimitrii Kislitsin Engineers, Ilia Kalinin Enginer, dan HLO Firmansyah / Charlie Moniaga.

- Pukul 10.30 WIB helikopter tiba di titik bara api yang bisa disaksikan dari Jalur Brak Seng, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji. Banyak petani yang menyaksikan pemadaman menggunakan teknik water bombing itu di tengah-tengah aktivitas di saat panen.

- Helikopter melakukan pemadaman atau water bombing sebanyak lima kali. Dengan jarak waktu antara Bendungan Selorejo ke titik bara api di Gunung Arjuna sekitar 30 menit.

- Pesawat tersebut bisa mengangkut muatan air yang mencapai 4000 liter.Pengambilan air ke lima itu terhitung pukul 12.30 WIB dan water bombing itu selesai kurang lebih pukul 13.00.

- Selama proses pemadaman menggunakan water bombing, tidak ada aktivitas di gunung Arjuna. Tidak ada tim yang berada di titik bara api, agar dapat fokus pemadaman.

- Pemadaman diberhentikan sekitar pukul 13.00 WIB karena cuaca berkabut.

Koordinator TRC BPBD Kota Batu mengatakan pihaknya memantau di area Bendungan Selorejo. Selama pengambilan air yang ditaruh di kantung pesawat, tidak ada kendala.

"Hanya saja kami juga mensterilkan area dari aktivitas warga.

Lalu kami juga memperhatikan keselamatan selama pengambilan air karena disekitar bendungan ini terdapat banyak jalur listrik tegangan tinggi yang melintang (sutet) yang dapat mengganggu operasional water boombing," kata dia.

Pihaknya masih belum mengetahui apakah bara api masih menyala. Semestinya dengan teknik water bombing ini bara api sudah padam

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved