Kabar Madiun

Polisi Periksa Dua Pejabat Pemkot Madiun Terkait Dugaan Korupsi Pengadaaan Komputer

Polisi periksa Kasubag Keuangan sekaligus Bendahara, Yayuk Kundariyati dan Staf Bagian Keuangan, Maulidudin.

Polisi Periksa Dua Pejabat Pemkot Madiun Terkait Dugaan Korupsi Pengadaaan Komputer
rahadian bagus
Polisi periksa pejabat Pemkot Madiun: Kasubag Keuangan sekaligus Bendahara, Yayuk Kundariyati dan Staf Bagian Keuangan, Maulidudin. 

Polisi periksa Kasubag Keuangan sekaligus Bendahara, Yayuk Kundariyati dan Staf Bagian Keuangan, Maulidudin.

SURYAMALANG.COM, MADIUN -Penanganan kasus dugaan penyimpangan pengadaan komputer di SD dan SMP negeri di Kota Madiun, kini sudah naik ke tahap penyidikan. Sebanyak 25 orang saksi sudah dipanggil untuk diperiksa oleh penyidik Unit Tipikor Polres Madiun Kota, dalam tiga pekan ini.

Pantauan di Polres Madiun Kota, Rabu (7/8/2019) siang, dua PNS yang bertugas di Dinas Pendidikan Kota Madiun, tampak menjalani pemeriksaan. Dua PNS tersebut yakni Kasubag Keuangan sekaligus Bendahara, Yayuk Kundariyati dan Staf Bagian Keuangan, Maulidudin.

Kedua PNS yang mengenakan kemeja putih itu tampak masuk ke dalam ruangan Unit Tipikor Polres Madiun Kota sekitar pukul 08.30 WIB.

Sekitar pukul 11.30, pemeriksaan dihentikan sementara untuk istirahat solat dan makan. Pada saat itu, satu dari dua saksi terperiksa yakni Maulidudin keluar dari ruang penyidik.

Namun, saat diwawancara, Maulidudin berusaha menghindar. Pria berkacamata ini berjalan dengan cepat keluar dari Mapolres Madiun Kota, dan tidak menjawab sepatah kata pun pertanyaan dari wartawan yang sudah mencegatnya di depan pintu ruang pemeriksaan.

Sementara itu, Yayuk Kundariyati, memilih untuk tidak keluar dari ruang pemeriksaan. Pemeriksaan kembali dilanjutkan sekitar pukul 13.00 WIB, dan selesai sekitar pukul 17.00 WIB.

Kepala Satuan Reskrim Polres Madiun Kota AKP Suharyono, membenarkan pada hari itu pihaknya memanggil sejumlah pegawai Dinas Pendidikan Kota Madiun. Ia mengatakan, meski status kasus yang ditanganinya sudah naik ke tahap penyidikan, namun hingga saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Jadi kami masih dalam proses penyidikan, ada sekitar 25 orang yang sudah diperiksa. Kemudian nanti untuk tindak lanjutnya, sesuai dengan mekanisme proses penyidikan," katanya, Rabu (7/8/2019) siang, saat ditemui di Mapolres Madiun Kota.

Ditanya mengenai kendala dan penyebab lambannya penanganan kasus ini, Suharyono mengatakan, Polres Madiun Kota sudah bekerja sesuai dengan mekanisme.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved