Malang Raya

Tergiur Jadi CPNS di Pemkot Malang, Pria Ini Malah Kehilangan Uang Rp 75 Juta

Pria berinisial KS merugi Rp 75 juta karena menjadi korban penipuan dengan modus rekrutmen CPNS yang dilakukan staf Kecamatan Blimbing, Kota Malang

Tergiur Jadi CPNS di Pemkot Malang, Pria Ini Malah Kehilangan Uang Rp 75 Juta
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Pria berinisial KS merugi Rp 75 juta karena menjadi korban penipuan dengan modus rekrutmen CPNS yang dilakukan staf Kecamatan Blimbing, Kota Malang berinisial NP. 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING – Pria berinisial KS merugi Rp 75 juta karena menjadi korban penipuan dengan modus rekrutmen CPNS yang dilakukan staf Kecamatan Blimbing, Kota Malang berinisial NP.

Pria asal Pakisaji, Kabupaten Malang ini dikenalkan NP oleh Duryat pada Januari 2019.

Duryat merupakan kawan karib ayahnya.

“Pak Duryat bilang bahwa NP adalah pegawai Pemkot Malang yang bisa memberi kerjaan. Jadi saya disambungkan,” tutur KS kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (13/8/2019).

Awalnya KS dijanjikan menjadi pegawai honorer di Satpol PP Kota Malang dengan gaji Rp 1,9 juta.

Namun, KS harus membayar biaya administrasi sebesar Rp 15 juta.

“Karena tidak punya uang segitu, saya menyicil bayar Rp 10 juta dulu.”

“Saya bayar sisanya ketika punya uang,” tambahnya.

NP kembali mendatangi rumah KS pada 7 Februari 2019.

Saat itu NP membawa surat berstempel disertai tanda tangan Kepala Satpol PP Kota Malang, Priyadi.

Dalam surat itu, disebutkan bahwa pengumuman rekrutmen honorer Satpol PP dilakukan pada 30 April 2019, dan KS diminta menunggu.

“Saat itu pula saya semakin yakin karena suratnya seperti asli. Ada stempelnya.”

“Saya juga melunasi uang Rp 5 juta sisanya,” ujarnya.

Sebulan kemudian, NP datang ke rumah KS dan menginformasikan bahwa ada rekrutmen CPNS di Pemkot Malang pada Mei 2019.

Pria lulusan SMK ini diiming-imingi bisa lolos jika menyerahkan uang Rp 60 juta.

“Dia bilang butuh Rp 150 juta buat lolos, tapi saya tidak punya.”

“Akhirnya saya diminta bayar Rp 60 juta, yang lain diselesaikan oleh NP,” tuturnya.

Kedok NP terbongkar ketika KS mendatangi Kantor Satpol PP Kota Malang pada 30 April 2019.

Pegawai di Kantor Satpol PP memberitahunya bahwa dia telah ditipu.

Pegawai itu juga menyebutkan bahwa tidak pernah ada rekrutmen honorer atau CPNS.

“Kemudian saya datang ker rumah NP. Saya minta uang saya, tapi hanya diberi Rp 20 juta.”

“Sisanya masih dijanjikan sampai sekarang,” imbuhnya.

Semetara itu Camat Blimbing, Muarib telah mengetahui perbuatan NP.

Muarib juga sudah menyita bukti kuitansi pembayaran dan surat palsu yang mengatasnamakan Sekda Kota Malang, Wasto.

“Saya juga telah melaporkan ke BKD. Nanti biar mereka yang menyelesaikan,” ucap Muarib.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved