Universitas Islam Malang

1000 Peserta Meriahkan Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Jatim di Malang

Dirjen Pendidikan Islam Prof Dr Phill Kamarudin MA: Madrasah konotasinya pendidikan non formal. Tapi di Indonesia beda. 100 persen public school.

1000 Peserta Meriahkan Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Jatim di Malang
Sylvianita Widyawati
Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Prof Dr Phil Komarudin MA saat sebelum membuka Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Jatim, Rabu (14/8/2019) di gedung bundar Universitas Islam Malang (Unisma). 

Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Prof Dr Phill Kamarudin MA: Madrasah konotasinya pendidikan non formal. Tapi di Indonesia beda. 100 persen public school dan berbasis agama.

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sekitar 1000 peserta memeriahkan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) se-Jawa Timur di Kota Malang.

Pembukaan acara dilakukan di hall gedung bundar Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu (14/8/2019). "Target Kota Malang adalah jadi juara umum di KSM Jatim ini," jelas Muchtar Hazawawi, Kepala Kemenag Kota Malang kepada Suryamalang.com. Ini target sebagai tuan rumah.

Dan selama pelaksanaan KSM, Kota Malang juga selalu meraih kemenangan. Dikatakan dia yang ikut KSM tak hanya dari madrasah di bawah kemenag. Tapi juga sekolah umum dibawah Dinas Pendidikan.

"Sudah bukan waktunya dikotak-kotakan. Siswa dari madrasah juga ikut OSN (Olimpiade Sains Nasional) dan sebaliknya. Yang penting kan bisa menunjukkan keunggulan dan berprestasi," jelas Kepala Kemenag baru ini. Kegiatan KSM dipusatkan di madrasah terpadu JL Bandung.

Begitu banyaknya peserta, hampir semua tempat penginapan di Kota Malang diserbu. "Mulai homestay sampai hotel berbintang. Sebab pesertanya banyak," kata dia.

Bidang-bidang yang dilombakan yaitu mapel sains seperti IPA, Matematika dll. KSM untuk siswa jenjang MI, MTs dan MA. Untuk peserta lomba MA saja mencapai 676 rumah.

Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof Dr Maskuri MSi dalam sambutannya menyatakan terbuka sekali pada pengembangan madrasah seperti diklat.

"Tenaga-tenaga kami tidak perlu digaji. Nanti dibayar oleh Unisma. Silakan kirim surat rektor," kata rektor. Ini sebagai CSR Unisma untuk meningkatkan mutu pendidikan di madrasah dengan memberi diklat pada guru-guru madrasah.

Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Prof Dr Phill Kamarudin MA menyampaikan bahwa madrasah di Indonesia adalah paling modern dibandingkan dengan negara-negara lain.

"Madrasah konotasinya pendidikan non formal. Tapi di Indonesia beda. 100 persen public school dan berbasis agama," jelas Kamarudin. Karena itu ia sangat berharap madrasah memberi kontribusi bagi Indonesia.

Sebab ada 10 juta anak Indonesia yang belajar di madrasah dan 1 juta lebih kuliah di perguruan tinggi Islam. Juga ada 7 juta anak yang di pondok pesantren dll. Sedang jumlah lembaganya ada 35 juta. "Jumlahnya fantatis melebihi yang ada di negara Asean," kata Komarudin.

Wali Kota Malang Sutiaji berharap peserta KSM tak buru-buru meninggalkan Malang karena harus menikmati kuliner dan wisata belanjanya.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved