Kabar Surabaya

Machfirano Tidur Sore Bareng Istri di Surabaya, Tiba-tiba ada Tamu yang Ternyata Polisi

Ditresnarkoba Polda Jatim meringkus seorang kurir sabu-sabu bernama Machfirano (35) alias Rano warga Simokerto, Surabaya, Senin (12/8/2019).

Machfirano Tidur Sore Bareng Istri di Surabaya, Tiba-tiba ada Tamu yang Ternyata Polisi
ist
Ditresnarkoba Polda Jatim meringkus seorang kurir sabu-sabu bernama Machfirano (35) alias Rano warga Simokerto, Surabaya, Senin (12/8/2019). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Ditresnarkoba Polda Jatim meringkus seorang kurir sabu-sabu bernama Machfirano (35) alias Rano warga Simokerto, Surabaya, Senin (12/8/2019).

Dari tangannya polisi berhasil menyita, sembilan poket sabu, seberat 35,31 gram.

Pria bertubuh gempal itu tak menyadari, tamu kesekian di kamar kosnya adalah kawanan polisi yang menyamar berpakaian preman.

Reno dicokok anggota Satresnarkoba Polda Jatim saat beristirahat di kamar kos bersama istri dan kedua buah hatinya.

"Kami tangkap dia pas lagi tidur di dalam, sore hari," ujar Kanit 1 Subdit II Ditresnarkoba Polda Jatim Kompol Totok Nur Arifin, Rabu (14/8/2019).

Wanita Banyuwangi Ini Jual Narkoba Bonus Hubungan Badan di Blitar

5 Fakta Video Vina Garut Viral di Twitter, Hubungan Badan 3 Pria Vs 1 Wanita, 2 Modelnya Ditangkap

Percakapan Polwan dengan Gadis 11 Tahun Korban Kekerasan Seksual Ayah Tiri di Malang

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Reno bukan orang baru dalam bisnis haram itu, Totok mengungkap, pelaku sudah berjualan selama dua tahun dan baru kali ini ditangkap oleh polisi.

Selama kurun waktu itu, Reno memperoleh barang haram tersebut dari seorang rekannya bernama Irwan.

"Jaringannya dari Irwan, rumahnya di Sidoarjo, tapi dia nggak tahu karena dapatnya diranjau," ujarnya.

Setelah mendapat pasokan, Reno menjual sabu-sabu itu dengan sistem setoran.

Bila satu gram sabu bisa terjual, Reno dapat mengantongi uang sekitar Rp 100 Ribu.

Setoran uang hasil penjualan sabu lalu diberikan oleh Reno kepada Irwan.

"Cara kasih uangnya, diambil langsung oleh Irwan, langsung ketemu," katanya.

Totok mengungkap, prosedur marketing penjualan yang dilakukan Reno terbilang berani.

Para pembeli ataupun pelanggan sabunya bisa langsung datang ke kosan.

"Kan nunggu pasien (pembeli), jadi pembeli langsung datang ke kosannya itu," celetuk Totok, lalu terkekek.

Kepada penyidik, bapak dua anak itu mengaku, uang hasil berjualan sabu untuk keperluan pribadi.

"Istrinya aja nggak tahu uangnya habis buat apa. Jadi cuma dibuat kebutuhan si pelaku sendiri," ungkapnya.

Istri Reno selama ini hanya mengetahui suaminya sebagai 'pengguna' sabu-sabu.

Namun, ungkap Totok, istrinya belakangan baru sadar suaminya itu 'nyambi' juga sebagai penjual sabu.

"Istrinya nggak tahu dia punya bisnis haram, tapi istrinya tahu dia makai," ujarnya.

Totok menuturkan, sebelum nekat berjualan sabu sebagai pekerjaan sambilan, selama ini Reno berprofesi sebagai sopir.

"Sehari-hari kerjanya sopir freelance mobil pribadi, jadi kalau ada orang yang minta antar dia baru antar," tuturnya.

"Dia nyimpennya di lantai kosan, digeletakkan seperti biasa. Karena ditemukan banyak plastik dan timbangan juga di rumahnya," pungkasnya. Luhur Pambudi

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved