Malang Raya

Percakapan Polwan dengan Gadis 11 Tahun Korban Kekerasan Seksual Ayah Tiri di Malang

Polwan (Polisi wanita) Polres Malang memberikan bantuan serta trauma healing kepada AR warga Desa Gedogwetan Kecamatan Turen, Kabupaten Malang

Percakapan Polwan dengan Gadis 11 Tahun Korban Kekerasan Seksual Ayah Tiri di Malang
Erwin
Kabag Sumda Polres Malang, Kompol Yuliati memeluk AR warga Desa Gedogwetan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Rabu (14/8/2019). Gadis berusia 11 tahun tersebut merupakan korban pencabulan oleh ayah tirinya. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Polwan (Polisi wanita) Polres Malang memberikan bantuan serta trauma healing kepada AR warga Desa Gedogwetan Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Rabu (14/8/2019). Gadis berusia 11 tahun tersebut merupakan korban pencabulan oleh ayah tirinya.

Kabag Sumda Polres Malang, Kompol Yuliati bersama Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana beserta jajaran menyerahkan langsung beberapa bingkisan dan sepeda kepada AR.

Mereka bercengkrama sembari menghibur AR agar bisa bangkit dan melupakan kejadian masa lalu. Gadis yang masih duduk di bangku SMP itu tampak ceria ketika didatangi para Polwan Polres Malang.

"Kamu bercita-cita sebagai apa nak?," tanya Kabag Sumda Polres Malang, Kompol Yuliati.

"Sebagai polwan, ibu," jawab AR.

"Rajin belajar ya dari sekarang gapai cita-cita kamu," pesan Yuliati memotivasi.

Yuliati menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Polwan ke - 71. Kepedulian terhadap korban juga menjadi latar belakang dilakukannya giat hari ini.

"Semoga bermanfaat dan anaknya sudah tidak trauma. Kami antusias dan memberi semangat ketika anak ini ternyata bercita-cita sebagai polwan," ujar Yuliati usai memeluk AR.

Sementara itu, Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana menjelaskan, giat trauma healing dilakukan secara berkelanjutan terhadap korban dengan usia di bawah umur, yang mengalami tindakan traumatik. Seperti pencabulan dan kekerasan.

"Kami lakukan secara berkelanjutan. Berhubung ini bertepatan dengan HUT Polwan jadi kami lakukan berbarengan," beber wanita yang akrab disapa Yulis ini.

Yulis menambahkan, pihaknya memang kerap mendapati kasus kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual terhadap anak. Untuk itu, giat trauma healing adalah bentuk pemulihan dan kepedulian terhadap korban. Tujuannya, agar bisa percaya diri dalam menatap masa depan.

"Di Kabupaten Malang sendiri kami kerap mendapati kasus kasus kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual. Maka dari itu, ini bentuk kepedulian terhadap korban,"

Di sisi lain, Siswati selaku orang tua korban, mengaku terharu dengan kedatangan jajaran Polwan Polres Malang. Ia menerangkan, perkembangan kondisi kejiwaan anaknya tunjukkan perkembangan positif.

"Terima kasih atas simpati para ibu Polwan Polres Malang kepada anak saya beri semangat atas musibah ini. Sudah tunjukkan perkembangan bagus. Sudah tak canggung bersosialisasi," beber Siswati.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved