Nasional

Rahasia Bung Karno saat Menulis Pidato 17 Agustus : Melihat Bintang, Bermunajat Hingga Kertas Basah

Rahasia Bung Karno saat Menulis Pidato 17 Agustus : Melihat Bintang, Bermunajat Hingga Kertas Basah

Rahasia Bung Karno saat Menulis Pidato 17 Agustus : Melihat Bintang, Bermunajat Hingga Kertas Basah
IST
Bung Karno 

Dia pun menjelaskan maksud dari ‘keadaan keranjingan’ yang ia sebutkan sebelumnya sejumlah perumpamaan.

“Segala yang gaib dalam tubuh saya lantas meluap-luap. Seluruh alam halus di dalam tubuh saya ini lantas seperti menggetar dan berkobar dan menggempur. Dan bagiku, api lantas seperti masih kurang panas, samudera lantas seperti masih kurang dalam, bintang di langit lantas seperti masih kurang tinggi,” papar Bung Karno.

Soekarno juga mengungkapkan betapa ia bangga dan kagum terhadap bangsa majemuk yang ia pimpin. Kekaguman ini tak jarang membawanya pada perasaan terharu.

“Saya menulis pidato ini sebagaimana biasa dengan perasaan cinta yang meluap-luap terhadap Tanah Air dan bangsa. Tetapi ini kali dengan perasaan terharu juga. Lebih daripada biasa terhadap keuletan Bangsa Indonesia dan kekaguman yang amat tinggi terhadap kemampuan Bangsa Indonesia,” ujar Soekarno saat upacara peringatan kemerdekaan 56 tahun lalu.

Pidato Kemerdekaan 1965

Pada peringatan kemerdekaan ke-20 RI, 17 Agustus 1965, Soekarnno menyampaikan pidatonya yang berjudul “Berdikari”.

Beberapa poin penting yang disebutkan sang Founding Father dalam pidatonya adalah kemerdekaan sepenuhnya yang sudah didapatkan Bangsa Indonesia dari segala bentuk penjajahan.

“Kita sekarang telah merdeka! Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat Tanah-Air kita. Mulai saat ini kita menyusun negara kita, negara merdeka, Negara Republik Indonesia, merdeka, kekal, dan abadi, Insya Allah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu!”

Ia juga mengobarkan semangat kepada seluruh rakyatnya agar terus bersemangat mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bersifat membangun.

Sehingga kemerdekaan bukan hanya sebatas slogan, melainkan kebebasan yang benar-benar dapat dirasakan maknanya.

Halaman
1234
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved