Malang Raya

Wacana UTBK Untuk SBMPTN Maju, Minusnya Kurikulum Sekolah Belum Tuntas

Wacana itu menurut Haryanto, Kepala SMAN 2 Kota Malang, ada minusnya meski diyakini Menristekdikti dalam mengambil kebijakan sudah memikirkan...

Wacana UTBK Untuk SBMPTN Maju, Minusnya Kurikulum Sekolah Belum Tuntas
Sylvianita Widyawati
Prof Dr Ravik Karsidi, Ketua LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) saat di UMM, Rabu malam (7/8/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Menristekdikti Prof M Nasir PhD melontarkan wacana tentang pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK)  untuk SBMPTN dimajukan antara November-Desember 2019.

Pada Januari 2020, siswa kelas 12 sudah bisa mengetahui ia diterima di PTN mana.

Wacana itu menurut Haryanto, Kepala SMAN 2 Kota Malang, ada minusnya meski diyakini Menristekdikti dalam mengambil kebijakan tentunya sudah memikirkan plus minusnya.

"Kalau plusnya, setelah UTBK siswa tinggal konsen di Ujian Sekolah (US) dan Ujian Nasional (UN). Tapi minusnya, kurikulum di sekolah belum tuntas," jelas dia. Nanti, secara psikologis, US (Ujian Sekolah) khususnya jadi tidak berpengaruh terhadap kelulusan," kata dia.

Seandainya tetap dilaksanakan, diharapkan pengumuman UTBK dilakukan setelah pengumuman kelulusan. Dikatakan, materi UTBK seluruhnya ada di kurikulum pembelajaran.

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Biasanya pada Desember, siswa akan melaksanakan UAS (Ujian Akhir Semester) V. Sementara untuk lolos ke PTN dengan skor UTBK setidaknya harus 600 an jika ingin aman. Pelaksanaan UTBK pertama kali diadakan pada tahun ini pada April-Mei 2019 lalu sebanyak 20 kali di tiap akhir pekan oleh LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi). Siswa kelas 12 boleh ikut satu kali atau dua kali. Rata-rata siswa ikut dua kali ujian agar dapat nilai maksimal.

Prof Dr Ravik Karsidi, Ketua LTMPT saat di UMM pekan lalu menyatakan ada 100.000 peserta UTBK yang tidak mendaftar ke SBMPTN. Diduga nilainya kurang sehingga tidak berani mendaftar.

"Mungkin saja dengan skor itu, akhirnya ke PTS," kata Ravik, mantan Rektor UNS ini.

Sedangkan Kepala Kementerian Agama Kota Malang, Muchtar Hezawawi menyatakan soal wacana itu memilih menunggu kepastiannya.

"Jangan lupa disosialisasikan agar siswa MA juga siap," kata dia. Namun diyakini siswa madrasah bisa menyesuaikan diri jika hal itu jadi regulasi. "Kalau menurut saya UTBK maju jadwalnya ya tidak apa tapi masalahnya juga belum tuntas pelajarannya di semester V. Jika diadakan di semester VI memang ujian terasa terusan di kelas 12. Ada UAS, USBN, UNBK," kata seorang siswa SMA.

Jika jadwal UTBK maju, belum diketahui bagaimana jadwal SNMPTN. Sebab biasanya tahapan/jalur masuk PTN dimulai dari SNMPTN, SBMPTN dan terakhir jalur mandiri.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved