Kabar Surabaya

6 Saksi Mengaku Lihat Perusakan Tiang Bendera di Asrama Mahasiswa Papua tapi Itu Belum Cukup Bukti

Ada enam orang saksi dari luar asrama yang melihat ada dua orang warga Papua yang mematahkan tiang bendera. Dua orang tersebut usai mematahkan tiang..

6 Saksi Mengaku Lihat Perusakan Tiang Bendera di Asrama Mahasiswa Papua tapi Itu Belum Cukup Bukti
Fatimatuz Zahro
Rombongan DPR RI beserta Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tampak sedang mendengarkan penjelasan Kapolda Jawa Timur terkait progres penyelidikan insiden yang melibatkan mahasiswa Papua, di Gedung Grahadi, Rabu (21/8/2019). 

Ada enam orang saksi dari luar asrama yang melihat ada dua orang warga Papua yang mematahkan tiang bendera. Dua orang tersebut usai mematahkan tiang bendera, dikatakan saksi, masuk kembali ke dalam asrama.

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan bahwa pertemuan dengan rombongan DPR RI di Grahadi, Rabu (21/8/2019), menghasilkan beberapa rekomendasi.

Salah satunya adalah adanya masukan untuk memberikan sanksi tegas dan penindakan bagi yang terbukti bersalah.

Hal itu sebagaimana disampaikan Khofifah usai pertemuan dengan rombongan DPR RI.

Didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dan juga Kasdam Brigjen Bambang Ismawan, Khofifah menyebut bahwa hal tersebut harus menunggu penyelidikan dari pihak kepolisian.

"Kami tadi sudah berbincang dengan rombongan DPR RI yang juga merupakan Tim Pemantau Daerah Otonomi Khusus. Harapan mereka, ada proses yang bisa diakses oleh masyarakat, yang terkonfirmasi siapapun yang bersalah harus ditindak," tegas Khofifah.

Mahasiswa Papua di Surabaya Menjawab: Omong Kosong soal Bendera Merah Putih Dirusak atau Dibuang

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Sejauh ini, berdasarkan update keterangan dari Kapolda Irjen Pol Luki Hermawan, dikatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pemeriksaan hingga penyelidikan.

Ada enam orang saksi dari luar asrama yang melihat ada dua orang warga Papua yang mematahkan tiang bendera. Dua orang tersebut usai mematahkan tiang bendera, dikatakan saksi, masuk kembali ke dalam asrama.

Enam orang yang diperiksa adalah warga sekitar, dua diantaranya adalah dari ormas. Barang buktinya kita ada, tiangnya patah tiga, benderanya masih terpasang di tiang.

"Tapi enam orang saksi ini tidak melihat wajahnya. Dia hanya tahu orang Papua itu lalu masuk ke dalam," kata Luki.

Dari hasil penyidikan polisi menginterogasi 42 orang warga Papua dari dalam asrama, yang saat dibawa ke Polrestabes Surabaya mereka semua tidak tahu siapa warga Papua yang melakukan perusakan bendera.

"Sampai saat ini memang belum, atau tidak cukup bukti untuk warga Papua itu untuk kami proses penyidikan terkait dengan (perusakan) bendera," kata Luki.

Dampak dari kejadian itu dikatakan Luki ada berita dari media sosial yang berujung pada kegaduhan terutama terkait ujaran bernada rasis dan lain-lain. Dikatakan Luki, Polda Jatim kini masih melakukan pengusutan.

"Kami masih melakukan pendalaman dan penjajakan digital. Kami butuh waktu. Namun terkait bendera kami terus (lakukan proses penyelidikan). Terkait siapa yang masang, siapa yang ngerusak, dan terkait lain-lain," tegas Luki.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved