Kabar Pamekasan

Ratusan Petani Tembakau di Madura Unjuk Rasa, Berniat Jual Langsung ke PT Bentoel di Malang

"Jika pada 1 September tidak membeli, kita bawa tembakau ke Malang dan dijual di sana,” kata Ketua Kelompok Petani Tembakau di Madura, H Nawawi.

Ratusan Petani Tembakau di Madura Unjuk Rasa, Berniat Jual Langsung ke PT Bentoel di Malang
muchsin
Sekitar 150 warga dari Sumenep, Pamekasan dan Sampang, unjuk rasa ke gudang pembelian tembakau rokok Bentoel di Desa Sentol Kecamatan Pademawu, Pamekasan dan ke kantor PT Bentoel Perwakilan Madura, di Jl Jokotole, Pamekasan, Pulau Madura, Kamis (22/8/2019). 

"Jika pada 1 September tidak membeli, kita bawa tembakau ke Malang dan dijual di sana,” kata Ketua Kelompok Petani Tembakau, H Nawawi, Desa Tabai Temor Kecamatan Sokobanah, Sampang.

SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN - Sekitar 150 warga dari Sumenep, Pamekasan dan Sampang, unjuk rasa ke gudang pembelian tembakau rokok Bentoel di Desa Sentol Kecamatan Pademawu, Pamekasan dan ke kantor PT Bentoel Perwakilan Madura, di Jl Jokotole, Pamekasan, Pulau Madura, Kamis (22/8/2019).

Mereka terdiri dari bandu tembakau (orang yang diberi kepercayaan pihak gudang pabrikan untuk menjual tembakau) dan petani tembakau,  

Mereka meminta pertanggung jawaban perwakilan PT Bentoel yang telah membuat kebijakan sepihak dan merugikan bandul dan petani tembakau. Sebab PT Bentol dianggap melakukan putus kontrak atas Sustainable Tobacco Production (STP) yang dibuat PT Bentoel.

Akibatnya, tembakau petani yang sudah dirajang kini menumpuk tak terbeli, lantaran gudang pembelian tembakau perwakilan PT Bentoel di Pamekasan, tidak membeli sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Padahal, tembakau yang mereka tanam, sudah sesuai dengan kriteria PT Bentoel.

Mereka membentangkan sejumlah poster, di antaranya bertuliskan:

STP apa Pak. Katanya berkelanjutan, kenapa berhenti. Jangan tindas rakyat kecil, kasihanilah petani. Katanya SPT berkelanjutan, bohong.!!!.

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Semula mereka unjuk rasa ke gudang pembelian tembakau rokok Bentoel, di Jl Raya Desa Peltong Kecamatan Pademawu untuk menanyakan kapan gudang itu akan membeli tembakaunya. Namun pihak gudang menjelaskan, musim tembakau tahun ini sementara tidak membeli tembakau, karena sudah diputus kontrak PT Bentoel.

Mendapat jawaban seperti itu, mereka bergerak menuju Kantor PT Bentoel Perwakilan Madura, di Pamekasan, untuk menanyakan kejelasan nasib petani tembakau. Dan kedatangan pengunjuk rasa itu, membuat arus lalu lintas aga terganggu dan puluhan aparat keamanan berjaga di sekitar lokasi.

Selanjutnya 10 perwakilan dari mereka disuruh masuk untuk dipertemukan dengan pihak PT Bentoel. Sementara pengunjuk rasa lainnya, duduk lesehan di pinggir jalan sambil tetap membentangkan poster, sehingga aksi ini mengundang perhatian warga yang melintas di lokasi itu.

“Kami membeli tembakau di petani seharga antara Rp 50.000 hingga Rp 55.000 per kg. Tapi sampai di gudang pembelian, tembakau diturunkan dari mobil lalu dilihat-lihat dan disuruh naikkan kembali ke mobil, disuruh bawa pulang, tidak dibeli. Siapa yang tidak sakit hati dengan perlakuan seperti ini,” kata salah seorang bandu tembakau dengan lantang.

Berselang tidak berapa lama sejumlah perwakilan mereka ke luar dan menjelaskan kepada pengunjuk rasa, untuk kepastian mengenai pembelian tembakau masih mau dikoordinasikan dengan pihak Bentoel di kantor pusat di Malang dan diputuskan nanti Minggu, 1 September 2019 mendatang.

 “Jadi teman-teman, harap bersabar dulu. Pihak Bentoel yang di sini tidak bisa memberikan kepastian, karena masih mau melapor ke kantor pusat di Malang. Tapi ingat teman-teman, jika pada 1 September tidak membeli, kita bawa tembakau ke Malang dan dijual di sana,” kata Ketua Kelompok Petani Tembakau, H Nawawi, Desa Tabai Temor Kecamatan Sokobanah, Sampang.

Sementara  pihak PT Bentoel ketika hendak dikonfirmasi tidak mau. Pintu pagar ditutup dan satpam yang menjaga pintu pagar melarang wartawan masuk dengan alasan tidak jelas. “Wartawan tidak boleh masuk. Maaf, kami hanya menjalankan tugas saja,” kata satpam.

Penulis: Muchsin
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved